Ratusan Ribu Akun WhatsApp Telah Dibersihkan Saat Pilpres

0
143
Kunci WhatsApp
Copyright©Yahoo Finance

Masalah Penyebaran Hoax Berlangsung Hingga Sekarang

Oketekno.com – Untuk masalah kali ini bukan pilpres yang terjadi di Indonesia kemarin lalu, melainkan pemilihan Presiden Brasil yang sudah terjadi sejak bulan Oktober 2018 lalu. Data penghapusan akun WhatsApp selama event tersebut baru terungkap oleh Facebook.

Pada saat itu kedua kubu yang bertarung yakni Jair Bolsonaro dan Fernando Haddad, dan seperti biasa dimana penyebaran berita hoax di internet luar biasa. Sebagaimana yang dilaporkan oleh Facebook, ada sekitar 400 ribu akun telah diblokir karena masalah ini. Mereka terindikasi melakukan tindakan yang mencurigakan, sehingga diduga ikut andil dalam penyebaran hoax ini.

Simak Nih: Waspada! Hanya Dapat Kiriman Video, WhatsApp Bisa Kena Retas

Hal itu tidak lain karena Facebook memang dituntut untuk segera menghentikan penyebaran berita-berita hoax selama pilpres berlangsung. Dikarenakan adanya sistem keamanan enkripsi end-to-end, maka pihak pemerintah ataupun WhatsApp sendiri bahkan tidak dapat membaca isi pesan dari pengguna. Hanya saja ada beberapa metode untuk mengenali akun yang melakukan tindakan mencurigakan seperti ini.

Aplikasi WhatsApp in Phone
Copyright©Okezone

Sebagaimana informasi yang dikutip dari Engadget, studi dari Guardian menunjukkan kalau sebagian besar informasi palsu yang disebar di WhatsApp selama pilpres di Brasil, sebanyak 42% telah melayangkan dukungannya terhadap Bolsonaro (Presiden Brasil Sekarang), sedangkan untuk dukungan terhadap Haddad cuman ada 3% saja.

Karena permasalahan ini, jelas saja Presiden Brasil tersebut diduga telah membayar banyak orang untuk penyebaran berita hoax ke banyak pengguna WhatsApp agar saingannya Fernando Haddad semakin tersudut dalam persaingannya itu. Bahkan pada saat itu, Anggota Kongres Eduardo Bolsonaro (Putra Jair Bolsonaro) sempat mengkritik tentang fitur pembatasan pesan W.A.

Hingga sekarang ini memang sih platform WhatsApp terus menjadi andalan sebagai tindakan kebaikan ataupun buruk seperti penyebaran berita semacam ini misalnya. Dan Facebook memiliki PR untuk melakukan pembenahan terhadap hal tersebut, terlebih tahun depan merupakan pilpres untuk Negaranya, Amerika Serikat. Dimana kalau memang sampai ada kasus serupa, cukup memprihatinkan untuk platform pesan instant tersebut.

baca juga: Sah! Begini Bentuk Logo Baru WhatsApp

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.