Facebook Murka Layanannya Sering Dipakai Untuk Jebakan Malware

0
342
FB Search
Copyright©Yahoo News

Facebook Laporkan Perusahaan Penyebar Malware Berbahaya

Oketekno – Sudah menjadi suatu hal yang lumrah ketika layanan besar menjadi sasaran para peretas. Dikarenakan mereka bisa mendapatkan keuntungan dengan mudah dengan menggaet korban di platform yang sudah populer tersebut. Akan tetapi beberapa waktu terakhir ini dikabarkan kalau Facebook sudah nggak sabar dengan kehadiran hal semacam ini di platformnya.

Disebutkan kalau perusahaan yang bermarkas pusat di Amerika Serikat itu telah melayangkan gugatan hukum kepada perusahaan iLikeAd Media Internasional Company Ltd yang berkantor pusat di China, dan 2 warga dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

Baca Juga: Tak Disangka PUBG Mobile Kalah Telak dari Musuh Bebuyutannya di YouTube

Hal itu dikarenakan Facebook menuduh kalau pihak inilah yang menyalahgunakan jejaring sosial medianya untuk menyebarkan malware atau program berbahaya. Dimana untuk malware ini telah dipasang oleh perusahaan iLikeAd Media dan dua orang itulah yang sebagai pengelolanya.

iLikeAd FB
Copyright©EJ Insight

Sebagaimana dalam keterangan yang disebarluaskan, iklan Facebook menjadi salah satu sasaran untuk menggaet korban guna mengunduh dan memasang malware buatannya. Terkadang, perusahaan ini menggunakan jebakan seperti gambar selebriti dalam iklan atau sesuatu yang menarik lainnya agar menarik untuk di klik oleh pengguna lain. Praktik seperti ini biasanya disebut sebagai “Celeb Bait”.

Baca Juga: Daftar HP yang Sudah Waktunya Tamat, Tak Lagi Didukung WhatsApp!

Ketika pengguna yang sudah terjebak dalam malware ini, maka akun akan dibajak dan dipakai untuk menyebarkan iklan baru, yang atas nama pengguna terinfeksi tadi. Kemudian, teknik lainnya yang digunakan yakni “Cloaking”, dimana URL tujuan yang sebenarnya akan disembunyikan dalam sebuah iklan. URL ini nanti akan diarahkan ke alamat lain yang tentunya sudah disiapkan berbagai macam jebakan yang bisa membahayakan perangkat korban.

“Skema Cloaking seringkali canggih dan terorganisir dengan baik, sehingga individu dan organisasi di belakangnya sulit diidentifikasi untuk dimintai pertanggungjawaban.” Begitulah yang disampaikan oleh tim hukum Facebook.

Dari informasi yang didapatkan dari ZDNet, untuk sekarang ini Facebook telah mengembalikan akun korban yang terkena serangan ini, sekaligus mengamankan aksesnya. Dan kasus ini serupa dengan yang dilaporkan oleh perusahaan sosmed ini terhadap LionMobi dan JediMobi yang berbasis di China juga.

baca juga: Jaga Privasi, Menkominfo Berencana Bangun Server Google dan Facebook di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.