Awas! Aplikasi Populer Ini Jadi yang Paling Diincar Para Hacker

0
1036
Hacker
Hacker; Copyright©Twitter

Aplikasi Ini Dianggap Paling Berbahaya di Dunia

Oketekno – Kalau sudah terhubung ke dunia internet, jelas saja akan ada berbagai macam ancaman bahaya yang harus disiapkan oleh setiap pengguna. Ketika menggunakan perangkat Komputer mungkin akan lebih mudah dan cepat dalam menanggapi virus yang muncul, dikarenakan kehadirannya akan lebih jelas terlihat. Akan tetapi kalau infeksinya lewat aplikasi dan menyerang HP Android ataupun iOS, jelas lebih sulit terdeteksi.

Baru-baru ini ada laporan terkait aplikasi paling berbahaya karena diincar oleh banyak peretas. Disebutkan kalau layanan yang tengah jadi incaran banyak hacker dunia tengah berada dibawah tanggung jawab Facebook, yaitu platform Instagram.

Baca Juga: Heboh Akun WhatsApp Rawan Bajak di Indonesia

Laporan ini telah disampaikan oleh Case24 di market Amerika Serikat. Angka tersebut tercatat dalam laporan berdasarkan jumlah pencarian dari khalayak luas terkait cara meretas Instagram pengguna lainnya. Dalam laporan Case24 diketahui ada 66.960 pencarian tentang kata kunci tersebut, dimana ini sekitar 24x lipat lebih tinggi ketimbang netflix yang berada di urutan paling akhir dengan jumlah pencarian terkait peretasan sebesar 2.790.

Bruteforce Instagram
Bruteforce Instagram; Copyright©Spyic

Untuk posisi kedua sama-sama layanan sosial media, dan merupakan pesaing berat dari Facebook, yakni Snapchat yang khas dengan logo berwarna kuning putihnya. Angka pencarian terkait peretasan Snapchat sebanyak 57.740 dimana jumlah tersebut 13% jika dibandingkan dengan Instagram.

Baca Juga: Duo HP Samsung yang Lama Dinanti Ini Akhirnya Dirilis Juga, Harganya?

Kemudian ada WhatsApp yang telah masuk ke dalam posisi 3 sebagai hasil pencarian peretasan akun, angka pencariannya yakni sebesar 36.980. Sedangkan posisi 4 sampai 9 telah diduduki oleh layanan berikut ini:

  • YouTube (13.710)
  • Twitter (13.350)
  • Messenger (10.350)
  • Gmail (7.080)
  • Facebook (5.980)
  • Amazon (3.460)

Metode pengukuran ini berdasarkan pada hasil pencarian Google, jadi bukan dari hasil peretasan yang terjadi pada aplikasi tersebut. Sehingga disebutkan berbahaya, namun pengguna tidak perlu khawatir banget, dikarenakan mereka yang menerapkan cara dari internet belum tentu berhasil melangsungkan peretasan terhadap akun kalian.

Terlebih lagi aplikasi setiap waktu mengalami pembaruan untuk meningkatkan keamanan, serta kelengkapan fasilitas yang dibutuhkan oleh setiap penggunanya. Jadi, developer akan sebaik mungkin menambal berbagai macam celah yang ada.

baca juga: Tips Mengaktifkan WhatsApp dengan Nomor yang Tidak Aktif, 100% Sukses!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.