Waspada! Layanan Anti Virus Populer Ini Malah Salah Gunakan Data Intim Penggunanya

0
712
Android Berbahaya
Copyright©N0where

Avast Jual Data Pribadi Pengguna?

OKETEKNO – Bagi kalian yang menggunakan perangkat Laptop, Komputer, atau mungkin Smartphone tentu saja sudah tidak asing lagi dengan layanan anti virus populer bernama Avast berikut. Disebutkan kalau layanan anti virus ini telah diunduh dan diandalkan oleh jutaan orang di Dunia.

Akan tetapi sayang dan perlu diwaspadai, bahwasanya belum lama ini terungkap kalau Avast telah menyalahkan data intim pengguna yang tersimpan di servernya. Mengutip informasi dari Motherboard dan PCMag, anti virus ini kedapatan telah menjual data penelusuran web penggunanya melalui anak perusahaannya yang bernama Jumpshot.

Baca Juga: Sudah Bisa Dicoba, Begini Cara Mengaktifkan Dark Mode di WhatsApp

Masih dari sumber yang sama, disebutkan kalau software Avast ini sendiri mampu untuk melakukan pengintaian terhadap aktivitas pengguna seperti melakukan klik dan aktivitas online bagi pengguna yang tengah melakukan kunjungannya di laman web internet.

Avast
Avast; Copyright©Avast

Memang sih dalam penjualannya kali ini tidak ikut disertakan terkait nama penggunanya secara spesifik, alamat e-mail ataupun IP perangkat pengguna. Akan tetapi setiap riwayat ini telah dipasangi sebuah ID khusus dimana yang akan tetap muncul. Dan permasalahan ini bisa diatasi, alias ID tersebut tidak akan berhasil diterjemahkan jika pengguna telah melepas alias uninstall aplikasi anti virus populer tersebut.

Baca Juga: Mulai Dijual Bebas Bulan Depan, Segini Harga Samsung Galaxy A71

Sekedar untuk diketahui bahwa untuk pelanggan Jumpshot yang terkena masalah ini mencakup pengguna baru ataupun lama. Dan juga klien potensialnya termasuk Google, Yelp, Microsoft, Pepsi, dan masih banyak lagi lainnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, pihak Avast sendiri telah melakukan penolakan, dimana mengungkap kalau pihaknya tidak menyimpan informasi pribadi pengguna seperti nama, e-mail, atau bahkan detail kontak. Avast menjelaskan kalau pihaknya selalu memberikan opsi untuk memilih agar tidak membagikan data kepada Jumpshot.

“Mulai Juli 2019, kami sudah mulai menerapkan pilihan untuk membagikan atau tidak data pengguna di semua unduhan antivirus milik perusahaan yang akan selesai pada Februari 2020,” terang juru bicara Avast. Dan bagi kalian yang mungkin masih memasang aplikasi anti virus populer ini tidak masalah, tergantung pada keyakinan saja, namun tetap waspada dalam menjaga informasi pribadi kalian.

baca juga: Buruan, Redmi 8 dan Note 8 Lagi Diskon Ratusan Ribu Loh!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.