2 Skema yang Disiapkan Kemkominfo Untuk Blokir Ponsel BM di Indonesia

0
445
Ponsel Black Market Dual SIM
Copyright©detikINET

Rencana Kemkominfo Blokir Ponsel BM di Indonesia

Oketekno – Setelah direncanakan dan di sahkan sejak tahun kemarin, kini pada akhirnya kinerja terkait pemblokiran Ponsel BM sudah hendak dimulai. Beberapa pengujian telah dilakukan oleh Kemkominfo bersama dengan 2 kementerian serta para operator telekomunikasi di seluruh Indonesia.

Baru-baru ini dilaporkan kalau pihak pemerintahan terus berkoordinasi dengan para operator seluler untuk mencari jalan tengah. Dimana Johnny Plate selaku Menkominfo telah mengatakan kalau diskusi ini terkait metode pemblokiran HP Black Market di Indonesia yang bakal ada 2 skema, yakni blacklist dan whitelist.

Baca Juga: Hati-Hati! Kini Muncul Celah Keamanan di WhatsApp Web

Untuk blacklist ini jelas nantinya akan terjadi pada sederet Ponsel BM terbaru di Tanah Air, yang terdeteksi ilegal setelah sistem EIR diaktifkan, dan mereka langsung diblokir. Sedangkan Whitelist, melibatkan konsumen untuk memeriksa sendiri apakah IMEI telah terdaftar ataupun tidak sebelum melakukan pembelian.

Ponsel Black Market masih Lama
Copyright ©Tirto

“Nah [keputusan] ini sedang dilakukan dalam waktu dua minggu untuk prove of concept, setelah dua minggu dari sekarang, kami akan bertemu dan akan memilih [pengendaliannya] pakai blacklist model atau whitelist model,” begitulah keterangan Johnny di sela rapat kerjasamanya dengan Komisi I DPR RI.

Baca Juga: Akankah Kesalahan Fatal Pocophone F1 Terulang Untuk POCO X2?

Sedangkan untuk mesin EIR ini sendiri masih menjadi polemik, dikarenakan Operator telah meminta untuk diberikan insentif terkait investasi mesin tersebut. Dan sambil menunggu keputusan, Johnny mengungkap kalau pihaknya terus menghimbau terhadap masyarakat luas agar tidak melakukan pembelian terhadap ponsel ilegal, alias Ponsel BM.

Berkaitan dengan ini, Ian Joseph Matheus Edward selaku Pengamat Telekomunikasi ITB telah mengatakan kalau seharusnya pihak pemerintah yang secara berkala melakukan pemeriksaan barang yang dijual ini, dan pemeriksaan IMEI cukup dilakukan pada saat pertama pembelian saja.

Dengan demikian, untuk beban pengadaan EIR menjadi beban oleh distributor atau pabrikan yang ada di Indonesia. Dianggap mekanisme seperti ini lebih efektif dalam melakukan pemberantasan Ponsel BM di Tanah Air.

baca juga: Lagi! Ini Daftar Aplikasi Android Berbahaya di Google Play Store

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.