Kemungkinan Huawei Balikan dengan Google Semakin Sulit

0
325
Jaringan Huawei
Jaringan Huawei; Copyright©Liputan6

AS Klaim Huawei Bisa Mata-Matai

OKETEKNO – Bukan menjadi permasalahan asing bagi masyarakat luas kalau untuk sekarang ini perusahaan Huawei harus berhadapan dan melawan pihak pemerintah Amerika Serikat. Pasalnya, Negeri Paman Sam itu telah memasukkan vendor asal China ini ke dalam blacklist.

Dengan demikian, sederet perusahaan asal AS tidak bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan terlaris kedua dalam bisnis smartphone tersebut. Masalah yang menjadi dalang dibalik blacklist itu adalah terkait dugaan akses backdoor ke jaringan menggunakan peralatan dari mereka.

Baca Juga: Samsung Galaxy S20 Series Mulai Dijual Hari Ini di Indonesia, Harganya?

Sebagaimana informasi yang dikutip dari The Verge, otoritas AS menyebutkan kalau akses ini sudah terjadi sejak tahun 2009 di beberapa peralatan untuk membangun jaringan 4G di Negaranya. Namun, baru disampaikan dalam rapat tertutup dengan otoritas dan perusahaan telekomunikasi di Jerman dan Inggris akhir tahun 2019 kemarin.

Huawei
Huawei; Copyright©HiTekno

Laporan tersebut disampaikan ketika hubungan perusahaan Huawei dengan AS memang sedang tidak baik. Dan bahkan pihak AS sendiri telah mendesak para sekutunya untuk tidak melibatkan Huawei dalam pembangunan jaringan 5G, namun mereka tidak memiliki alasan dan bukti yang kuat terkait masalah tersebut.

Baca Juga: Inikah Jadwal Rilis dan Pre-Order Vivo V19 Pro?

Untuk backdoor tersebut ditanamkan dengan tujuan penegakan hukum di komponen jaringan seperti base stations, antena dan switching gear. Dan Otoritas AS telah mengklaim kalau backdoor ini telah dirancang agar bisa dikendalikan oleh Huawei.

“Kami memiliki bukti bahwa Huawei memiliki kemampuan untuk secara diam-diam mengakses informasi sensitif dan pribadi dalam sistem yang mereka rawat dan jual di seluruh dunia,” seperti itulah yang disampaikan oleh penasihat keamanan nasional AS Robert O’Briend terhadap Wall Street Journal.

Pun demikian, juga tidak ada indikasi apakah kemampuan itu pernah digunakan oleh Huawei juga atau tidak, namun yang jelas otoritas mengungkap kalau pihak operator yang membeli peralatan jaringan ini tidak menyadari akan akses tersebut.

Disamping itu, Andy Purdy selaku Chief Security Officer Huawei Technologies USA telah menyangkal tuduhan itu. Ia mengatakan “Kami dengan keras membantah tuduhan bahwa kami memiliki kemampuan seperti itu. Kami juga menyangkal bahwa kami pernah mengakses informasi pelanggan atau data pelanggan dengan tidak tepat. AS engan mempertimbangkan fakta dan bukti, dan mereka akan melakukan apa saja untuk memblokir kemampuan kami untuk menyediakan produk ke jaringan komunikasi di seluruh dunia.”

baca juga: Muncul Dugaan Desain Milik ASUS Zenfone 7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.