WhatsApp Sebut Turuti AS Malah Bisa Bahayakan Pengguna

0
302
Cara Melacak Orang Lewat WhatsApp
Copyright ©JalanTikus

WhatsApp Tak Pernah Setuju Buka Enkripsi

OKETEKNO – Karena beberapa macam hal, menjadikan Amerika Serikat sebagai Negara adidaya yang seolah menguasai seluruh Dunia. Oleh karenanya berbagai macam bentuk pemerintahan harus terjalin dengan baik, agar tidak ada ancaman bagi masyarakat Dunia.

Seperti yang kita tahu bahwa di Negeri Paman Sam tersebut, banyak sekali raksasa teknologi yang berasal. Beberapa diantaranya yakni seperti Facebook yang membawahi WhatsApp dan Instagram, Apple, hingga Alphabet yang membawahi raksasa internet global Google.

Baca Juga: Samsung Galaxy A11 Diduga Kuat Bakal Hadir dengan 3 Kamera

Akan tetapi beberapa waktu terakhir ini ada persoalan dimana permintaan pemerintah AS mengenai data yang disembunyikan oleh para perusahaan teknologi tersebut. Pemerintah telah meminta memberikan akses ke pesan maupun perangkat yang terenkripsi.

Menghapus Pesan WhatsApp
Copyright ©Brilio

Untuk sekarang ini Huawei lagi terkena masalah dengan pemerintah AS, lantaran adanya tudingan terhadap perangkat besutannya yang diduga dibuat mata-mata. Namun, vendor asal China ini menolak tudingan tersebut dan menyebut kalau ia dijadikan ‘kambing hitam’.

Baca Juga: Turun Drastis! Berikut Harga Samsung Galaxy S10 Series Terbaru di Indonesia

Dan tidak terkecuali pihak WhatsApp, dimana perusahaan ini juga diminta untuk membuka pesan enkripsi agar pemerintah AS bisa lebih mudah dalam memantau aktivitas terorisme dan pelaku kejahatan yang marak terjadi.

Akan tetapi kepala WhatsApp, Will Cathcart telah menegaskan kalau pihaknya tidak akan pernah setuju terhadap rencana Pemerintah AS ini dalam membangun cara dalam menyusupi pesan enkripsi untuk menegakkan hukum.

Bukan cuman itu saja, bahkan juru bicara aplikasi pesan instant terpopuler di Dunia ini telah menyebutkan kalau kasus Huawei sebagai contoh kenapa mereka tidak seharusnya mengabulkan keinginan pemerintahan. Dikatakan kalau pintu belakang seperti ini tidak hanya bisa digunakan oleh penegak hukum, melainkan juga peretas.

Selain pendapat dari pihak WhatsApp, pakar keamanan siber juga merasakan kecemasan karena pintu belakang di perangkat juga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai alat pengawasan massal oleh rezim otoriter, sehingga malah disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.

baca juga: 4 Hal yang Terjadi Ketika Kau Blokir WhatsApp Teman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.