Aplikasi Pesaing WhatsApp Ini Kembali Dihapus dari Play Store

0
299
Google Play Store
Copyright ©Android Police

Google Play Store Kembali Sikat Aplikasi Chatting Bahaya

OKETEKNO – Dikarenakan popularitasnya yang luar biasa, tentu saja membuat platform pesan instant seperti WhatsApp menjadi sesuatu yang menjanjikan. Akan tetapi beberapa developer malah ada yang menyalahgunakan kesempatan seperti ini untuk kepentingan lain yang lebih menjanjikan.

Seperti ToTok ini misalnya, dimana kini platform tersebut telah kembali dihapus dari Google Play Store setelah sebelumnya pada bulan Desember 2019 kemarin telah dilakukan hal serupa. Dari sini bisa dikatakan kalau aplikasi android itu sudah sempat berusaha untuk kembali, namun kini upayanya telah kembali mengalami kegagalan.

Baca Juga: Google Maps Diperbarui, Nih Sederet Fitur Canggihnya!

Melansir dari The Verge, diketahui kalau pihak Google menyebutkan kalau aplikasi yang dimaksud itu sudah dilenyapkan kembali dari Play Store. Akan tetapi tidak disebutkan secara pasti terkait alasan kenapa aplikasi ini kembali dihapus.

ToTok
ToTok; Copyright©Tempo

Meskipun demikian, berdasarkan informasi yang disampaikan pada akhir tahun 2019 kemarin menyebutkan kalau aplikasi pesaing WhatsApp ini dihapus dari Play Store dan juga App Store, karena dianggap telah melakukan mata-mata terhadap penggunanya.

Baca Juga: HP Lokal Ini Hadir dengan Koneksi 4G, Harga Kurang dari Rp 500 Ribu!

Dengan demikian, besar kemungkinan kasus serupa menjadi latar belakang dihapusnya kembali aplikasi android dan iOS ini. Dikarenakan untuk aplikasi pesan instant semacam ini bukanlah perkara yang mudah, pasalnya pesan setiap pengguna harus dilakukan enkripsi untuk mencegah pengintaiannya dari pihak lain.

Perlu diketahui bahwa ToTok merupakan aplikasi chatting yang menawarkan keamanan, kecepatan, dan juga gratis. Akan tetapi berdasarkan beberapa laporan mengungkap kalau aplikasi ini menjadi senjata pemerintah Uni Emirat Arab dalam memata-matai penggunanya.

Padahal aplikasi pesaing WhatsApp ini terbilang cukup banyak, dan bukan dari platform Android dan iOS saja, melainkan dari platform lain juga ada. Dan pengguna yang kebanyakan telah terjebak oleh aplikasi ini berasal dari Timur Tengah, Eropa, Asia, Afrika dan Amerika Utara. Bahkan di AS sendiri aplikasi ini sempat menjadi yang terpopuler menurut App Annie.

baca juga: Facebook Rilis Aplikasi Baru, Senjata Baru Kuasai Sosmed Sepenuhnya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.