Facebook Ingin Untung Terus, Malah Kena Tuntut!

0
270
Copyright ©South China Morning Post

Facebook Hindari Pajak Malah Kena Tuntutan Denda

OKETEKNO – Beberapa bulan terakhir ini banyak sekali permasalahan yang menimpa perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut, dan ragamnya sendiri terbilang cukup banyak. Setelah kemarin skandal penyalahgunaan data, kali ini giliran soal pajak.

Dikatakan kalau induk perusahaan dari WhatsApp itu selalu ingin mendapatkan keuntungan secara terus menerus, sampai-sampai melalaikan terkait kewajibannya dalam membayar pajak. Atas kejadian ini perusahaan terkena tuntutan dari badan hukum asal AS, Internal Revenue Service (IRS).

Baca Juga: Uji Ketahanan, Samsung Galaxy Z Flip Auto Remuk?

Menurut informasi yang dilansir dari The Verge, perusahaan saingan berat Apple ini telah berutang sebanyak US$ 9 miliar dalam pajak yang belum dibayar. Dan gugatan ini sendiri diadili di pengadilan San Fransisco pada hari Selasa.

Facebook
Facebook; Copyright©Reuters

Untuk inti dari kasus tersebut yakni sebuah kesepakatan 2010 antara Facebook bersama anak perusahaannya Irlandia yang digunakan untuk memutarkan uang skala internasional. Dan IRS melayangkan tuduhan kalau perusahaan sosial media ini telah menurunkan harga kekayaan intelektual yang dijual kepada anak perusahaan demi menghindari miliaran pajak.

Baca Juga: Facebook Sebagai Induk Perusahaan Berhasil Dikalahkan

Berkaitan dengan masalah ini, Kepala AR dan VR Adnrew Bosworth, CTO Facebook Mike Schroepfer dan juga tiga eksekutif Facebook nantinya akan dipanggil untuk bersaksi. Dan perusahaan telah memperkirakan kalau pengadilan ini nantinya akan berlangsung selama tiga sampai empat minggu.

Pada dasarnya ada beberapa perusahaan teknologi lainnya yang melakukan langkah serupa, mengingat Irlandia sendiri telah mematok tarif pajak perusahaan yang cukup rendah, kalau dibandingkan dengan AS jelas saja jauh lebih terjangkau.

Oleh karenanya, Facebook dan deretan perusahaan teknologi lainnya kedapatan sering melisensikan teknologi hak milik, merek dagang, dan properti perusahaan lain di Negara tersebut. Hingga pada akhirnya berpotensi terhindarkan pajak miliaran USD. Meski cara ini cerdik, akan tetapi jelas akan merugikan negara asalnya.

baca juga: Xiaomi Mi Note 10 Rilis di Indonesia, Serius Hanya Segini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.