3 Bahaya Ketergantungan pada Perdagangan Valas

0
1180
3 Bahaya Ketergantungan pada Perdagangan Valas

OKETEKNOPasar perdagangan valas, atau sering disebut forex, memfasilitasi proses transaksi pembelian dan penjualan mata uang di seluruh dunia. Sama halnya dengan saham, tujuan akhir dari perdagangan valas adalah untuk menghasilkan keuntungan bersih dari perbedaan harga saat membeli dengan lebih rendah, dan menjual saat mata uang tersebut tinggi. Trader forex memiliki kelebihan dalam memilih pasangan mata uang yang bisa diandalkan, jika dibandingkan dengan saham dimana tersedia berbagai jenis bidang yang berbeda dengan kerumitan finansial masing-masing.

Dalam hal volume trading pun, pasar valas merupakan yang terbesar di seluruh dunia. Hal ini banyak disebabkan aktivitas ekspor impor dari semua negara di dunia yang masing-masing menukarkan mata uang mereka dalam bentuk dolar ataupun mata uang negara tujuan.

Dengan volume trading yang tinggi, aset forex pun akhirnya bisa diklasifikasikan sebagai aset yang sangat likuid. Berarti, Anda bisa mudah mencairkan mata uang tersebut untuk dibelanjakan kembali atau diinvestasikan dalam aset lain dengan cepat. Walaupun begitu, sebagai produk yang bisa di-leverage, ada resiko yang terkandung di dalamnya yang bisa membuat Anda rugi jika tidak menggunakan manajemen resiko yang baik.

Untuk itu, kita akan membahas 3 bahaya ketergantungan pada perdagangan valas demi mengurangi resiko terhadap transaksi yang Anda lakukan sebagai seorang trader forex.

Resiko Leverage

Dalam perdagangan valas, dengan menerapkan leverage, Anda hanya membutuhkan jumlah modal yang sedikit saja, atau disebut dengan margin agar bisa ikut melakukan transaksi valuta asing. Dampaknya, dengan fluktuasi harga yang sedikit saja, modal Anda bisa bertumbuh atau menyusut dengan cepat. Terlebih saat kondisi pasar sedang sangat fluktuatif atau disebut volatile, baca lebih lanjut di sini.

Penggunaan leverage secara agresif bisa membuat Anda rugi, bahkan lebih besar dari modal awal yang Anda tanamkan. Investor seringkali menjadikan leverage sebagai kelebihan dalam perdagangan valas. Namun Anda harus menerapkan banyak prinsip manajemen resiko untuk bisa mengatur kadar resiko dalam transaksi yang Anda lakukan. Memang ini bisa jadi keuntungan jika Anda cermat, namun tetap leverage dipandang sebagai pedang bermata dua dalam dunia investasi.

Resiko Suku Bunga

Dalam dasar makro ekonomi, Anda akan belajar tentang suku bunga yang memiliki dampak pada tingkat pertukaran mata uang negara terkait. Jika suku bunga suatu negara naik, maka mata uang tersebut akan menguat disebabkan oleh peningkatan investasi di negara tersebut karena mata uang yang kuat berarti investor akan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.

Begitu pula sebaliknya, jika suku bunga turun, maka mata uang negara tersebut akan melemah karena investor akan menarik modal mereka. Karena hubungan antara suku bunga dan nilai mata uang inilah, perbedaan antara nilai valuta asing bisa menyebabkan harga perdagangan berubah secara dramatis. Anda harus memperhatikan hal ini jika ingin serius terjun ke dunia forex.

Resiko Transaksi

Resiko transaksi merupakan resiko perdagangan yang berhubungan dengan perbedaan waktu antara saat Anda memasang harga sampai ia selesai terjual. Perdagangan valas terjadi sepanjang 24 jam dimana bisa berakibat pada perubahan harga mata uang sebelum transaksi tersebut selesai dilakukan. Dimana berarti, mata uang diperdagangkan dengan harga yang berbeda untuk waktu yang berbeda pula sepanjang pasar forex dibuka.

Semakin besar durasi waktu yang dibutuhkan untuk proses transaksi selesai, akan meningkatkan resiko transaksi pasangan mata uang Anda. Karena selama durasi ini, harga mata uang akan berfluktuasi, dan Anda sebagai trader akan terkena dampak saat mata uang yang Anda targetkan naik harganya, atau saat mata uang dasar Anda turun nilainya.

Kesimpulan

Dengan berbagai ekspos resiko yang ada dalam perdagangan valas, kerugian dalam forex bisa jadi lebih tinggi dari prediksi awal Anda.  Terlebih dengan adanya leverage, Anda memang membutuhkan modal yang lebih rendah, namun bisa berakibat pada kerugian yang lebih besar. Kemudian ada perbedaan waktu dan isu politik yang berakibat pada ramifikasi pasar keuangan yang berakibat langsung dalam nilai mata uang negara yang Anda tuju. Walaupun aset valas memiliki volume trading tertinggi, resiko yang dimiliki juga lebih tinggi, karena itu Anda perlu menggunakan beberapa prinsip manajemen resiko yang disiplin dan diikuti rencana trading dengan strategi yang matang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.