Pantesan Rindu, Segini Kerugian Huawei Ketika Dilarang Kerjasama dengan Google

0
436
Pantesan Rindu, Segini Kerugian Huawei Ketika Dilarang Kerjasama dengan Google
Copyright ©Selular

Huawei Rugi Besar Atas Sanksi AS

OKETEKNO – Berbeda dengan perangkat Laptop yang masih diberikan kebebasan untuk menjalin kerjasama dengan Microsoft. Akan tetapi dalam bisnis ponsel, Huawei bisa dibilang cukup kewalahan ketika dimasukkan dalam daftar hitam oleh AS, sehingga tidak bisa jalin kerjasama dengan Google.

Walaupun sebenarnya sudah mengantisipasi dengan menggunakan ekosistemnya sendiri, akan tetapi itu masih belum mencukupi untuk sekarang ini menggantikan posisi Google sepenuhnya. Dikarenakan masih dianggap banyak kekurangannya, dibanding dengan pesaing iOS yang sudah terbilang mendekati kata sempurna itu.

Baca Juga: Alasan Kenapa Chipset Realme 6 dan 6 Pro Tidak Sama Qualcomm

Sudah berlangsung lama, akan tetapi sampai sekarang masih belum ada titik terang terkait kembali terjalinnya kerjasama antara vendor asal China itu dengan Google. Kemarin pesaing Xiaomi ini juga mengalami kerinduan dengan aplikasi Google yang terpasang pada ponsel terbarunya.

Huawei
Copyright ©KompasTekno

Dan dari segi finansial, Huawei telah mencatatkan pendapatan sebesar 123 miliar USD atau setara Rp 196,8 triliun, dimana ini telah merosot dari penargetan awalnya yang mencapai 135 miliar USD atau sekitar Rp 2.214 triliun yang telah ditetapkan pada bulan April 2019 lalu.

Baca Juga: Ini Pembaruan Mi Camera Untuk Pengguna HP Xiaomi

Eric Xu selaku Deputy Chairman Huawei telah menyalahkan kejadian blacklist AS atas kehilangan potensi pendapatannya itu. “Kami tidak mencapai target kami yang telah direvisi, yakni 135 miliar USD. Kami kehilangan 12 miliar USD. Ini adalah dampak dari sanksi AS,” begitulah terangnya.

Ini merupakan kehilangan pendapatan terbesar yang telah dialami oleh divisi perangkat konsumen dalam bidang Smartphone, Tablet dan juga Laptop. Untuk total pendapatannya pada tahun 2019 yakni 66.93 miliar USD atau sekitar Rp 1.096 triliun, dimana jumlah ini meleset 10 miliar USD dari target yang sudah ditentukan.

Perlu diketahui bahwasanya pendapatan Huawei pada tahun 2019 ini telah disumbah oleh divisi perangkat konsumen, yaitu sebesar 54%. Disisi lain, tingkat penguasaannya sekarang juga sudah mengalami penurunan lagi, dan bahkan tergeser oleh Xiaomi yang masih tetap aman dari sanksi AS.

baca juga: Kominfo Rilis Aplikasi Pencegah Virus Corona, Ini Fungsinya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.