Parah, Zoom Tak Sengaja Kirim Sejumlah Video Call ke China

0
319
Parah, Zoom Tak Sengaja Kirim Sejumlah Video Call ke China
Copyright ©Allure

Zoom Tak Sengaja Kirimkan Data ke Servernya di China

OKETEKNO.COM – Ditengah pandemi virus Corona yang tengah mewabah ini banyak yang telah mengalihkan segala aktivitas secara online termasuk pertemuan para karyawan atau orang yang belajar sekalipun. Dan Zoom menjadi salah satu andalan sebagai penyedia layanan video call populer.

Akan tetapi sayang masalah privasi selalu menjadi tanda tanya besar bagi seluruh pengguna, terlebih beberapa kali perusahaan mengakui terkait celah keamanannya yang tidak kunjung dibenahi. Namun rencananya dalam waktu 90 hari kedepan akan lebih berfokus terhadap dukungan keamanan terlebih dahulu sebelum pembaruan yang lain.

Baca Juga: Alasan Xiaomi Masih Tetap Pakai Snapdragon 439 Untuk Redmi 8A Pro

Namun disamping itu, belum lama ini ada informasi yang mengatakan Zoom memberikan pengakuan mengejutkan lainnya dimana tak sengaja mengirimkan sejumlah video call dari layanannya ke China. Masalah ini telah ditemukan oleh peneliti keamanan di Citizen Lab.

Aplikasi Zoom PC
Copyright ©Services

Dimana peneliti tersebut telah mengatakan kalau sejumlah panggilan video call di Zoom yang dilakukan di Amerika Utara telah dialihkan melalui China seperti halnya kunci enkripsi yang biasa digunakan untuk mengamankan panggilan penggunanya.

Baca Juga: Apple Ketahuan Bocorkan Produk Barunya yang Belum Rilis

Memang sebelumnya ada klaim dari perusahaan penyedia layanan tersebut kalau percakapan di platform mereka aman. Namun Citizen Lab telah mengatakan kalau percakapan di platform ini tidak terenkripsi sama sekali.

Dengan begitu menandakan kalau Zoom mengendalikan kunci enkripsi dan karena hal demikian menjadikan perusahaan bisa mengakses konten panggilan pelanggannya. Disebutkan oleh perusahaan kalau pihaknya bisa menciptakan kontrol internal yang kuat dan tervalidasi untuk mencegah akses tidak sah ke konten apapun yang dibagikan selama pertemuan online berlangsung.

Akan tetapi hal serupa tidak bisa diterapkan di China, dan memaksa platform ini harus menyerahkan kunci enkripsi apapun pada servernya untuk memfasilitasi dekripsi konten panggilan terenkripsi bagi warganya.

Berdasarkan informasi dari Tech Crunch, menyebutkan kalau Zoom mengaku jika pihaknya berupaya untuk meningkatkan kapasitas server untuk tetap memberikan pelayanan maksimal ditengah kepadatan data lalu lintas selama COVID-19. Akan tetapi platformnya tanpa sengaja memungkinkan dua pusat data di China menerima panggilan sebagai backup jika terjadi kemacetan jaringan.

baca juga: PLN Tanggapi Pesan WhatsApp Info Soal Kode Pelanggan yang Dapat Token Listrik Gratis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.