China Disebut Kurang Efektif Jika Balas Dendam Lewat Apple

0
330
Apple Bawa Pulang Saja Produk Rahasianya
Copyright ©Apple

Balas Dendam China ke Apple Malah Bisa Jadi Boomerang

Oketekno – Sejak pekan kemarin tekanan dari pemerintah Amerika Serikat terhadap Huawei semakin meningkat, sehingga membuat bisnisnya semakin sulit untuk mengalami perkembangan. Dan seolah tidak terima, pemerintah China telah mempersiapkan beberapa strategi, dan Apple menjadi salah satu ancamannya.

Akan tetapi beberapa pihak mengatakan kalau strategi tersebut masih kurang efektif, meski sejatinya perusahaan asal cupertino tersebut sangat bergantung terhadap Negeri Tirai Bambu. Hal ini dikarenakan perusahaan tersebut memiliki hubungan yang baik juga dengan Beijing. Begitulah informasi yang dilansir dari CNBC.

Baca Juga: MIUI 12 Global Dipastikan Mulai Bergulir Bulan Depan

Bukan cuman itu saja, melainkan perusahaan yang menjalin kerjasama dengan Foxconn ini telah mempekerjakan ratusan ribuan lapangan pekerjaan. Dan kalau nanti Apple dilumpuhkan, maka jelas saja perekonomian China akan semakin kacau.

Toko Apple di China
Copyright ©Getty Images

Media Pemerintah China, Global Times sebelumnya telah mengatakan kalau Apple menjadi target atas kejadian balas dendam oleh Huawei secara gamblang. Dikatakan kalau perusahaan AS nantinya akan dilakukan investigasi dan bakal mendapatkan pembatasan tertentu.

Baca Juga: Hasil Kamera Samsung Galaxy S20 Ultra Lebih dari Sekedar Smartphone Biasa

Bukan cuman perusahaan pembuat iPhone series saja, melainkan nanti juga akan melibatkan Cisco serta Qualcomm dalam pengawasan berikut. Nanti perusahaan AS ini akan terus diperiksa, namun bisa juga pernyataan seperti cuman menjadi gertakan belaka saja.

Hal itu dikarenakan pembuat MacBook ini bisa saja memindahkan produksi perangkatnya ke Negara lain seperti Vietnam dan India, sehingga malah menjadi boomerang sendiri bagi pemerintah China. Dan bahkan tahun kemarin juga sudah melakukan uji coba membuat AirPods di Vietnam, dan telah menyarankan kepada pemasok untuk segera memindahkan produksi dari China ke Asia Tenggara 15 – 30%.

“China sudah merasakan ancaman di mana perusahaan semacam Apple ingin mendiversifikasi basis manufakturnya. Jadi akan runyam jika China menyasar Apple dan juga secara tidak langsung Foxconn, karena malah akan mempercepat perpindahan manufaktur keluar China. Apple punya kontribusi besar sekali secara langsung ataupun tidak langsung kepada ekonomi China. Jadi Beijing akan berpikir dua kali sebelum mengincar Apple,” begitulah keterangan Neil Shah selaku Direktur Riset Counterpoint Research.

baca juga: Revamp Gatotkaca, Bukan Lagi Sekedar Hero Tank di Mobile Legends?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.