Bahaya! Privasi Chat WhatsApp, Messenger dan Line Pengguna Android Terancam

0
368
Kontak whatsapp hilang
Copyright ©Newsth

Privasi Chat di Layanan Telekomunikasi Pengguna Android Terancam

OKETEKNO – Namanya juga platform populer dimana selalu ada aja ancaman yang terjadi terhadapnya, karena tentu akan mudah untuk menjaring para konsumen masuk ke dalam perangkapnya. Misal seperti pengguna WhatsApp, Messenger dan juga Line yang memuat banyak privasi penggunanya.

Belum lama ini diketahui jenis Trojan menargetkan kepada ketiga layanan komunikasi tersebut yang ada pada perangkat Android. Dan para peneliti menyatakan, sejauh ini masih mengambil korban dari penggunanya di Thailand, masih belum ada data mengungkap kalau penyebarannya lebih luas.

Baca Juga: MediaTek Resmi Rilis Chip Baru Untuk Smartphone 5G Kelas Menengah

Informasi tersebut berasal dari peneliti Cisco Talos, mengatakan kalau trojan yang menyerang platform komunikasi ini bernama WolfRAT, dimana merupakan DenDroid jenis Remote Access Trojan (RAT) yang kode sumbernya telah bocor pada tahun 2015 lalu.

Pakar Keamanan Ini Beberkan Cara Pelaku Retas Akun WhatsApp Korban
Pakar Keamanan Ini Beberkan Cara Pelaku Retas Akun WhatsApp Korban; Copyright ©World Economic Forum

Pada saat itu DenDroid merupakan malware canggih yang memiliki harga US$ 300 di forum situs gelap. Dan WolfRAT ini memulai rantai infeksinya dengan feedback palsu yang salah gunakan layanan sah, termasuk diantaranya Flash dan Google Play.

Baca Juga: Instagram Hadirkan Dua Fitur Penting di Indonesia

Dan ketika pengguna HP Android terkena, maka RAT akan memasang aplikasi dengan sendirinya dan bakal memata-matai aplikasi WhatsApp atau yang lain, mengumpulkan data, mencuri foto dan video, bobol SMS, rekam audio, hingga transfer file ke server command control (C2).

Sejumlah C2 ini diketahui berlokasi di Thailand, dan juga ditemukan sejumlah perintah JavaScript yang tertulis dalam bahasa Thailand. Dan untuk targetnya yakni layanan telekomunikasi, dimana malware ini bisa meluncurkan perekaman dengan interval 50 detik yang cuman tertutup kalau aplikasinya juga ditutup.

“Berkat infrastruktur dan nama panel yang terlupakan, kami memiliki keyakinan bahwa aktor ini masih aktif, mengembangkan malware, dan memakai (untuk mata-mata) hingga hari ini,” begitulah yang dikatakan oleh tim peneliti.

Dan lebih berbahayanya lagi adalah detail obrolan, log WhatsApp, Messenger, dan juga SMS bisa membawa informasi sensitif bagi sejumlah orang. Dan kalau sampai ini bocor kepada pihak ketiga, tentu akan terjadi beberapa hal tidak diinginkan.

baca juga: Dibongkar Total, Begini Jeroan Xiaomi Mi 10 di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.