Kominfo Masih Kebobolan Soal Ponsel Black Market yang Sudah Diblokir

0
267
Ponsel Black Market
Ponsel Black Market; Copyright©TribunMedan

Ponsel Black Market Masih Bisa Lolos Aja

Oketekno – Setelah berjalan beberapa bulan dalam pengembangan juga uji coba, pada akhirnya bulan April kemarin pemerintah telah mengesahkan peraturan pemblokiran Ponsel Black Market serta penerapannya kepada seluruh perangkat yang ada di Indonesia kedepannya.

Akan tetapi setelah berjalan 45 hari, ternyata masih ada saja beberapa perangkat yang lolos, dimana perangkat yang tidak terdaftar nomor IMEI-nya di Database pusat, masih bisa mendapatkan jaringan ketika menggunakan perdana dari operator telekomunikasi lokal.

Baca Juga: Samsung Resmi Hentikan 4 Layanannya Ini

Ismail selaku Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kemkominfo sendiri yang telah menyatakan masalah tersebut. Dan ia juga menerangkan kalau pihaknya akan melakukan evaluasi kembali pada pekan depan.

Penjual Ponsel Black Market
Copyright ©detikINET

Akan tetapi dalam keterangannya, Ismail tidak memberikan penjabaran terkait apa saja yang akan dibahas dalam rapat oleh Kominfo dan lembaga pemerintah yang ikut terlibat dalam pemblokiran Ponsel Black Market ini.

Perlu diketahui bahwa sejak beberapa pekan lalu telah banyak informasi mengatakan kalau aturan blokir IMEI ini masih belum diterapkan secara penuh. Bahkan salah seorang Youtuber Indonesia sempat mencoba iPhone SE 2020 yang dibelinya secara tidak resmi (karena memang belum hadir di Indonesia), dan bisa berjalan baik saat menggunakan SIM operator seluler Indonesia.

Baca Juga: Masih Asli, Tapi iPhone XR Baru Model Ini Harganya Lebih Murah

Jadi bisa dibilang ponsel BM masih bisa berjalan sebagaimana seharusnya di Tanah Air, dan mungkin bukan cuman perangkat Apple saja, melainkan dari brand lain seperti Xiaomi, Samsung, Huawei, OPPO, Vivo dan lainnya juga bisa berjalan di Indonesia.

Padahal pada peraturan yang dirilis oleh pemerintah, HP BM ini tidak akan mendapatkan jaringan saat menggunakan SIM lokal, namun masih bisa kalau menggunakan sistem roaming (menggunakan SIM dari luar negeri). Akan tetapi jelas itu akan memakan biaya yang jauh lebih besar, untuk berkomunikasi secara biasa ataupun koneksi internet.

Lantas, seperti apakah penanganan yang akan diterapkan oleh pemerintah kedepannya terkait Ponsel Black Market di Indonesia ini? Apakah mampu memblokir sepenuhnya untuk perangkat yang baru dibeli atau tidak.

baca juga: Tanda Samsung Bakal Tawarkan Baterai Lepas-Pasang Lagi di Ponsel Buatannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.