Internal Facebook Kembali Bermasalah, Mark Z Pemicunya?

0
256
Pembayaran Digital Facebook
Copyright ©wartaekonomi

Banyak Petinggi Perusahaan Mundur

Oketekno – Sejak kemarin lalu, Amerika Serikat memang tengah tidak kondusif lantaran adanya kasus kematian George Floyd. Atas kejadian tersebut, Trump pun berkomentar sesuatu yang dinilai menghasut kekerasan. Namun ternyata Facebook tidak melakukan apa yang dilakukan oleh platform sosial media lainnya.

Twitter juga Snapchat telah memblokir postingan yang dianggap tidak etis ditujukan untuk publik yang tengah memanas sekarang ini. Akan tetapi Mark Zuckerberg tidak mengambil langkah apapun, dan tetap membiarkannya.

Baca Juga: Bocoran Lengkap OPPO Reno 4 Terungkap Menjelang Perilisannya

Banyak pegawai perusahaan telah marah dan melakukan berbagai macam aksi protes juga tindakan, mulai dari mogok kerja virtual, membuat surat terbuka, hingga mengundurkan diri dari perusahaan. termasuk Timoty Aveni dan Owen Anderson yang merupakan insiyur perusahaan sekalipun.

Postingan Facebook
Copyright ©facebook; source: https://www.facebook.com/timothy.j.aveni/posts/3006224359465567

“Saya tidak tahan dengan Facebook yang terus menolak bersikap atas pesan fanatik presiden (Trump) yang bertujuan meradikalisasi rakyat Amerika,” begitulah keterangan Aveni dalam akun LinkedIn miliknya.

Dalam deskripsi profilnya, diketahui kalau Aveni bertugas untuk menghalau disinformasi yang berkeliaran di platform sosial media populer tersebut. Akan tetapi sejak tanggal 2 Juni 2020 kemarin, dirinya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan.

Baca Juga: Samsung Galaxy M01 Dirilis Harga Sejutaan

Kemudian dalam unggahannya, lulusan Georgia Tech berikut juga membuka penawaran bagi perusahaan atau mungkin siapa saja yang berminat memberikannya penawaran kerja. Ia juga telah melampirkan CV pada kirimannya itu untuk memperjelas deskripsi mengenai dirinya.

Seperti yang diketahui bahwasanya sudah banyak kejadian yang dianggap menyeleweng seperti ini, terlebih terhadap Presiden Trump yang seolah terus mendapatkan dukungan dari pesaing Twitter tersebut.

Akan tetapi terkait masalah berikut, CEO Facebook ini telah memberikan keterangan bahwa pihaknya tidak bisa mengambil keputusan dengan alasan personal. Ia juga telah mengatakan kalau “saya bertanggung jawab atas reaksi tidak hanya dalam kapasitas personal saya, tapi juga sebagai pimpinan instansi yang berkomitmen dengan kebebasan berekspresi,” terang Mark Zuckerberg.

baca juga: Bukan Cuman Diskon, Beli Vivo Y50 Juga Dapat Bonus Kuota Internet Gratis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.