Amerika Tak Akan Bisa Lumpuhkan Huawei Karena Ini

0
1523
TSMC Huawei
Copyright ©Medcom

Huawei Memiliki Kekayaan Intelektual yang Luar Biasa

Oketekno – Untuk sekarang ini memang pemerintah Amerika Serikat tengah menjadi fokus perhatian dunia, karena ada berbagai macam hal yang telah dilakukannya. Termasuk dalam memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam, dimana sejatinya perusahaan ini menjadi andalan banyak kalangan dalam bidang teknologi.

AS dilaporkan terus melakukan berbagai macam usaha untuk menjegal perusahaan asal China ini, terlebih dalam hal penyelenggaraan jaringan 5G, karena dikhawatirkan itu malah menjadi alat mata-mata China dalam mengungkap rahasia pemerintah global. Namun kabar terbaru mengungkap bahwa pihak AS tidak akan bisa melumpuhkan sepenuhnya.

Baca Juga: Redmi Note 9 Pro Vs Realme 6 Pro, Selisih Hampir Rp 1 Juta dengan Performa Sama

Pasalnya, Huawei telah menjadi pemilik paten jaringan 5G terbesar di Dunia, sehingga pihaknya tetap mendapatkan bayaran dari pihak yang telah memanfaatkannya. Diketahui dari sebuah studi, mengungkap bahwa lebih dari 80% inovasi 5G dimiliki oleh 6 perusahaan besar, seperti Huawei, Samsung, LG, Nokia, Qualcomm, dan Ericsson.

OS Galaxy S20 Plus Vs Huawei P40 Pro

Diketahui bahwa pihak AS telah melarang penggunaan teknologi 5G dari Huawei dan menganjurkan sederet negara sekutunya untuk melakukan hal sama. Bukan cuman itu saja, bahan pesaing Vivo di China ini juga telah dimasukkan dalam daftar blacklist, sehingga tak lagi bisa menggunakan teknologi buatan AS, termasuk aplikasi Google yang masih begitu terasa hingga sekarang.

Baca Juga: Tertandingi Redmi Note 9 Series, Realme Siapkan Narzo di Indonesia

“Tapi meski mereka menyewa perusahaan lain untuk membangun infrastruktur 5G, mereka masih harus membayar perusahaan China itu karena kontribusi intelektual dalam mengembangkan teknologinya,” pernyataan Deepak Syal yang berasal dari perusahaan riset GreyB.

Disamping itu, induk perusahaan Honor ini juga telah mengumpulkan lebih dari USD 1,4 miliar dari pendapatan lisensi. Sehingga hal itulah yang membuatnya yakin bahwa pihaknya bisa bergerak dengan bebas, tanpa perlu mencuri properti intelektual dari yang lainnya.

Memang sih untuk sekarang bisa dibilang cukup berhasil tekanan AS, akan tetapi Huawei kini terus berusaha untuk berkembang secara mandiri terutama dalam membuat pengganti layanan Google. Sehingga kedepan malah bisa menjadi ancaman yang lebih serius terhadap pemerintah AS, termasuk menandingi Apple jika memang berhasil.

baca juga: Layanan Huawei Semakin Berkembang dan Kuat Tandingi Google

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.