Setelah Bertahun-Tahun Diblokir, Telegram Kembali Dapatkan Akses

0
306
Telegram Foto
Copyright©callbell

Blokir Telegram Dibuka di Rusia

OKETEKNO – Meski berasal dari Rusia, akan tetapi ternyata layanan perpesanan Telegram tidak mendapatkan izin edar di Negaranya sendiri karena adanya beberapa ketentuan yang tidak memadai. Sudah cukup lama layanan ini terblokir, terhitung sejak 2018 sehingga sudah 2 tahun berlangsung blokir ini diberlakukan.

Alasannya yakni pihak perusahaan menolak untuk memberikan kunci enkripsi yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh data pengguna. Dikarenakan platform sangat menjaga akan rahasia pengguna, maka hal ini tetap dipertahankan dengan baik.

Baca Juga: Advan Rilis Tablet Android Baru dengan Stylus Harga Rp 2 Jutaan

Dan setelah dua tahun berlangsung, pada akhirnya pemerintah Rusia yang memutuskan memutar haluan dan memilih untuk melunak saja. Dan kini Telegram mendapatkan akses untuk beredar di Negaranya sendiri. Akan tetapi ada juga sifat koorperatif yang dilakukan oleh pesaing WhatsApp tersebut.

Video Call Telegram
Copyright ©Prosyscom

Sebagaimana ungkap Roskomnadzor selaku otoritas komunikasi Rusia, pihak Telegram sudah mau kooperatif dalam upaya memerangi terorisme dan ekstrimisme di platform chat miliknya. “Roskomnadzor membatalkan tuntutan untuk membatasi akses, sesuai dengan persetujuan yang diserahkan ke kantor kejaksaan Rusia,” ungkap juru bicara perusahaan.

Baca Juga: Hadir dengan Sederet Teknologi Super Canggih, Harga iPad Pro 2020 di Indonesia

Perlu diketahui bahwa layanan ini sering kali digunakan oleh pihak terorisme untuk saling berkomunikasi satu dengan yang lain. Dan itu jelas bertentangan dengan undang-undang anti-terorisme di Rusia yang mengharuskan penyedia layanan pesan instant menyerahkan kunci enkripsi ke pihak otoritas.

Hingga pada akhirnya pemerintah Rusia melakukan pemblokiran terhadap alamat IP dari layanan tersebut, sehingga logikanya sudah tidak bisa diakses lagi di negara setempat. Akan tetapi fakta di lapangan berbanding terbalik, dan bahkan layanan pesan instant ini semakin berkembang.

Untuk implementasi blokir ini juga berantakan, dimana para penyedia layanan ISP di Rusia melaporkan bahwa ada 15,8 juta alamat IP di platform cloud Amazon dan Google yang digunakan untuk jalur trafik Telegram guna menghindari pemblokiran tersebut. Dan jelas ini tidak efektif banget, hingga pada akhirnya kini tidak lagi bakal terjadi demikian.

baca juga: Realme Narzo Vs Realme 6, Bedanya Tipis-Tipis Aja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.