Waspada, Pengguna Google Chrome di Semua Perangkat Berpotensi Diserang Spyware

0
282
Copyright©zdnet4

Google Sudah Bersihkan Ekstensi yang Dimaksud

OKETEKNO – Untuk melakukan beberapa hal tertentu, aplikasi Google Chrome bisa ditambahkan dengan ekstensi yang memungkinkan pengguna mendapatkan fitur lebih banyak dari aplikasi browser tersebut. Akan tetapi sayang, tidak semua ekstensi ini bisa berjalan dengan normal.

Sebagaimana informasi terbaru yang dikutip dari CNN, ada sejumlah ekstensi yang sudah diunduh lebih dari 32 juta pengguna, ditemukan terkandung spyware di dalamnya. Untuk ekstensi tersebut diduga untuk kampanye mata-mata global.

Baca Juga: Baterai 10.000 mAh 4 Kamera RAM 6GB, HP Android Ini Cuman Rp 2 Jutaan

Perusahaan keamanan siber Awake Security telah melaporkan bahwa pihaknya menemukan 111 ekstensi Chomr yang diduga palsu atau berbahaya. Dimana untuk sebagian besar ekstensi tersebut memiliki fungsi untuk memperingatkan pengguna akan situs berbahaya atau melakukan konversi format file tertentu.

Google Chrome
Copyright ©Google

Akan tetapi ada fungsi tambahan yang disematkan oleh pengembang ekstensi Google Chrome tersebut, yakni secara diam-diam telah mengambil screenshot, mencuri kredensial login dan juga mencuri password selagi diketik oleh penggunanya.

Baca Juga: Lolos TKDN Buktikan Vivo X50 Series Segera Hadir di Indonesia

Untuk tindakan memata-matai seperti berikut telah terfokus pada sektor penting seperti layanan keuangan, kesehatan, dan juga organisasi pemerintah. Setelah ada laporan dari pihak Awake Security, pihak Google langsung bertindak cepat dengan membersihkan ekstensi yang dimaksud dari Chrome Web Store.

“Kami menghargai kerja dari komunitas riset, dan ketika kami diperingatkan akan ekstensi yang melanggar aturan kami, kami langsung bertindak dan menggunakan insiden ini sebagai latihan untuk meningkatkan analisis otomatis dan manual kami. Kami secara reguler memantau untuk mencari ekstensi yang menggunakan teknik, kode dan perilaku serupa, dan menghapus ekstensi tersebut jika mereka melanggar kebijakan kami,” kurang lebih seperti itulah keterangan dari juru bicara Google, Scott Westover.

Perlu diketahui bahwa ekstensi Google Chrome ini sebelumnya juga pernah dihubungkan dengan beberapa serangan siber, termasuk pada bulan Februari 2020 kemarin. Akan tetapi, perusahaan Google juga tidak tinggal diam dan terus memberikan peningkatan keamanan untuk menjamin privasi penggunanya.

baca juga: Redmi Note 9 Vs Realme Narzo, Duel HP Rp 2 Jutaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.