Waspada, YouTube Jadi Sarang Penyebaran Teori Konspirasi

0
354
Konspirasi YouTUbe
Copyright ©Kompas

YouTube Sudah Berusaha Membersihkannya

OKETEKNO – Sebagai pengguna internet, tentu informasi yang bisa didapatkan luas banget. Akan tetapi jangan sembarangan memasukkan dan mempercayai sebuah berita yang diterima dari internet begitu saja, termasuk dari YouTube. Pasalnya beberapa penyedia informasi tidak jujur akan hal tersebut.

Misalnya saja seperti yang terjadi selama pandemi virus corona lalu, dimana banyak informasi beredar terkait penyebaran virus tersebut. Ada banyak konspirasi terkait wabah berikut, yang mengaitkannya dengan berbagai macam hal.

Baca Juga: Terlalu Laris, Redmi Note 9 Series di Indonesia Langka?

Ipsos Mori telah menemukan hasil dari sebuah studi untuk King’s College London, dimana temuan ini telah memperjelas seperti apa informasi menyesatkan terkait COVID-19 menyebar sekaligus darimana sumbernya.

Konspirasi YouTUbe
Copyright ©Liputan6

Dan sebuah studi yang dilakukan di Inggris ini telah menemukan setidaknya 30% responsen yang di survei pada akhir bulan Mei kemarin, kalau virus corona ini berasal dari Laboratorium dan merupakan ciptaan manusia, jumlah tersebut naik daripada bulan April yang cuman ada 25% saja.

Sedangkan untuk 8% responden telah percaya bahwa COVID-19 ini berkaitan dengan pancaran radiasi jaringan 5G, sedangkan 7% berpendapat bahwa virus corona itu tidak ada. Akan tetapi seluruh klaim tersebut telah dibantah oleh ilmuwan.

Baca Juga: Lolos TKDN Buktikan Vivo X50 Series Segera Hadir di Indonesia

Bukan cuman YouTube saja, melainkan platform sosial media lainnya dianggap lebih mungkin melanggar aturan lockdown yang telah ditetapkan sebagai pencegah penyebaran virus. Dikarenakan ketika mereka berada di rumah, tentu akan mengandalkan platform seperti ini sebagai sumber informasi utamanya.

“Sekarang setelah beberapa aturan lockdown dilonggarkan, orang-orang akan harus membuat keputusannya sendiri tentang apa yang aman atau tidak aman — artinya akses terhadap informasi COVID-19 yang berkualitas akan sangat dibutuhkan,” terang Allington.

Akan tetapi berkaitan dengan hal tersebut, Facebook, YouTube, maupun platform yang lain telah menegaskan bahwa pihaknya sudah membersihkan informasi terkait teori konspirasi yang menyesatkan seperti itu. Meski tidak sepenuhnya, setidaknya platform tersebut sudah berusaha mengurangi.

baca juga: Baterai 10.000 mAh 4 Kamera RAM 6GB, HP Android Ini Cuman Rp 2 Jutaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.