Xiaomi Tanggapi Dampak yang Ditimbulkan Pemerintah China

0
201
Giliran Xiaomi Indonesia yang Buka Pelayanan Spesial
Copyright ©Twitter; @S_GraciaJKT48

Xiaomi Tidak Goyah Hubungan India China yang Memanas

Oketekno – Seperti yang diketahui bahwa pemerintahan China memang dengan garangnya memberikan ancaman hampir terhadap seluruh Negara dengan berbagai macam cara, tidak terkecuali India. Dimana untuk Negeri Tajmahal tersebut sebenarnya menjadi target pasar utama Xiaomi dalam memasarkan produk besutannya.

Tensi tinggi antara India dan China semakin parah, dimana kemarin lalu telah ada 20 tentara India tewas oleh tentara China di perbatasan Himalaya. Berkaitan dengan hal demikian, sederet produsen Smartphone asal China telah menjadi sasaran boikot.

Baca Juga: Penting! Mode Ultra Game di Vivo V19 Ternyata Tidak Cuman Untuk Gaming

Berkaitan dengan hal tersebut, pihak Xiaomi telah berkomentar bahwa sejauh ini tidak ada dampak berarti. Manu Kumar Jain sebagai perwakilannya di India telah mengungkap bahwa pihaknya selama ini telah membangun perusahaan berdasarkan kultur budaya lokal.

Xiaomi Mi 10
Copyright ©INDOZONE

“Tim produk kami, tim riset dan pengembangan ada di sini di India. Seperti yang kami sebutkan, seluruh ponsel kami, mayoritas televisi kami dibuat di India, jumlah besar komponen bersumber dari lokal, seluruh tim kepemimpinan ada di India. Sampai saat ini, kami tidak melihat adanya dampak besar pada bisnis kami, terkait penjualan atau permintaan,” begitulah keterangan dari salah satu petinggi perusahaan.

Baca Juga: Samsung Galaxy A31 Vs Vivo Y50, Apa yang Didapat dari Selisih Rp 700 Ribu?

Berdasarkan data terbaru dari Counterpoint Research, pesaing Vivo ini telah menguasai pasar Smartphone India sebesar 30%. Dan pada top 5 hampir semuanya berasal dari vendor China, kecuali Samsung yang masih cukup mendominasi di pasar tersebut.

Telah ada beberapa antisipasi yang dilakukan, dimana seperti ritel mereka yang ada di India telah dipasang logo made in India juga para karyawan dilarang memakai seragam untuk sementara waktu. Hal ini bertujuan agar penjualannya tetap aman di negara tersebut.

Xiaomi bukan mengkhawatirkan masalah hubungan India dan China yang memburuk, melainkan khawatir akan virus corona yang masih belum ada tanda berakhir di India. Dikarenakan adanya lockdown memaksa perusahaan tidak bisa memenuhi target produksinya.

baca juga: Realme C3i Resmi Dirilis, Smartphone Sejutaan dengan Baterai 5.000 mAh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.