Terkenal Aman, MacBook Juga Dapat Terkena Ransomware Jenis Baru

0
318
Pengguna MacBook Wajib Update Sistem Agar Lebih Tahan Lama
Copyright ©futurecdn

MacOS Juga Bisa Terkena Ransomware Karena Kesalahan Pengguna

Oketekno – Mungkin ketika mendengar nama Ransomware sudah tidak asing lagi, dimana malware tersebut telah membikin resah hampir seluruh Dunia. Termasuk diantaranya di Indonesia juga ada perangkat yang terserang, dan pada saat itu MacBook masih aman-aman saja.

Pada saat itu kebanyakan terjadi pada perangkat berbasis Windows, dan sistem operasi MacOS dikenal lebih aman karena memang memiliki kontrol data terpusat. Meski begitu tidak tahan terhadap Ransomware jenis terbaru berikut.

Baca Juga: Anak Bangsa Rilis Game Baru Lagi Bertema Horror, Tapi Karakternya Mantep Abis!

Dimana ada korban dari pengguna MacBook yang menjalankan MacOS milik Apple, bahwa perangkatnya telah terenkripsi. Dengan demikian, pengguna tidak dapat membuka file juga menyebabkan beberapa masalah pada sistem operasi yang dijalankan.

MacBook Ransomware
Copyright ©9to5Mac

Dari laporan Malwarebytes, telah ditemukan bahwa ada aplikasi MacOS bajakan yang membawa virus tersebut. Sehingga memunculkan kode berbahaya di aplikasi salinan “Little Snitch” yang kemungkinan sudah dilakukan modifikasi sebelumnya.

Untuk salinan aplikasi tersebut, telah diunduh menggunakan layanan torrent ke perangkat MacBook pengguna dari sebuah forum berbahasa Rusia. Dengan demikian untuk source kode berbahaya tambahan bisa saja ditambahkan ke aplikasi tersebut kapanpun dikehendaki oleh peretas.

Baca Juga: Dirilis, Harga Honor 30 Lite dan X10 Max Rp 3 – 4 Jutaan

Pada dasarnya aplikasi Little Snitch ini aman kalau pengguna mendapatkannya secara baik dan benar. Beda dengan bajakan seperti itu yang biasanya sudah tersematkan PKG Installer yang dapat digunakan untuk memasang program malware.

Dan berdasarkan analisa dari Malwarebytes, telah ditemukan kalau aplikasi ini memiliki postintal script, dimana ini digunakan untuk membersihkan pemasangan setelah proses instalasi selesai. Dan pada kasus berikut, skrip ini menempelkan malware di MacOS, dan disembunyikan ke sebuah folder bernama “CrashReporter” dimana terhubung langsung ke aplikasi Little Snitch.

Jadi pengguna tidak akan mudah mengetahui kalau aplikasi ini ada di Activity Monitor, dikarenakan perangkat MacBook juga memiliki aplikasi dengan nama serupa. Dan dikatakan bahwa ransomware ini akan mulai aksinya setelah beberapa waktu terpasang di perangkat pengguna.

baca juga: HP Xiaomi Bakalan Lebih Mahal, Seriusan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.