WhatsApp dkk Hentikan Dukungan Terhadap Negara Ini

0
196
6 Cara Mengatasi Notifikasi WhatsApp yang Bermasalah
Copyright ©Warung Komputer

WhatsApp, Google, dan Lainnya Hentikan Permintaan Data di Hong Kong

OKETEKNO – Setiap platform memang harus menaati setiap peraturan yang berlaku di Negara tujuannya, dan setiap wilayah tentu memiliki peraturannya berbeda-beda sehingga setiap penyedia layanan harus melakukan penyesuaian terhadap masalah ini. Tidak terkecuali WhatsApp yang perlu usaha terlebih dahulu untuk hadir di Negara tertentu.

Dan belum lama ini diketahui layanan pesan instant dari Facebook ini telah menghentikan dukungannya pada pengguna di Hong Kong, sehingga tidak ada lagi permintaan akses data dari pemerintah tersebut. Ini sesuai dengan Undang-Undang Keamanan Nasional yang baru dan telah diberlakukan pada tanggal 1 Juli 2020 kemarin.

Baca Juga: Tidak Semua Smartphone Murah Bisa Disebut HP Kentang

Setelah peraturan ini mulai berjalan minggu kemarin, platform WhatsApp sudah mulai memberlakukan jeda terlebih dahulu. Begitu juga dengan induk perusahaannya yang dalam pernyataannya telah menyebut kalau pihaknya ‘menghentikan’ permintaan informasi dari pemerintah Hong Kong.

Cuman Bisa Teruskan Pesan WhatsApp 1 Kali, Berdampak 70%!
Copyright ©The Verge

Untuk sekarang ini WhatsApp, layanan sosial media, dan sederet layanan internet lain masih menunggu peninjauan lebih lanjut terkait dampak undang-undang ini, termasuk diantaranya uji tuntas hak asasi manusia formal dan melakukan konsultasi dengan ahli hak asasi manusia.

“Kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia yang mendasar dan mendukung hak orang untuk mengekspresikan diri tanpa rasa takut akan keselamatan mereka atau dampak lainnya,” ungkap Facebook.

Baca Juga: Bos Epic Games Sebut Game di PS 5 Bisa Setara Film Grafisnya

Dan disamping itu, Google pun juga berkomentar terkait hal ini dan menyatakan “Kami langsung menghentikan semua permintaan data baru dari otoritas Hong Kong, dan akan terus meninjau detail undang-undang yang baru.”

Kemudian pihak Twitter juga demikian, dimana menyatakan “Seperti banyak organisasi kepentingan publik, pemimpin dan entitas masyarakat sipil, dan rekan-rekan industri, kami memiliki keprihatinan besar mengenai proses pengembangan dan niat penuh undang-undang ini.”

Untuk langkah yang diambil oleh raksasa teknologi dan juga jejaring sosial ini merupakan bentuk respon dari undang-undang nasional baru Hong Kong yang dirumuskan oleh China, dan pertama kali diusulkan bulan Mei 2020 kemarin. Meski katanya sudah dimerdakakan, tapi beberapa waktu terakhir ini faktanya malah ditekan.

baca juga: Bukan di Play Store, Link Resmi Download Aplikasi WhatsApp Paling Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.