Keras, Malware Ini Targetkan 337 Aplikasi Android Untuk Disusupi

0
335
aplikasi android malware
Copyright ©INDOZONE

Malware Berbahaya yang Targetkan Ratusan Aplikasi Android

Oketekno – Ada banyak sekali jenis malware yang tengah beredar di jagat maya, dimana masing-masing skrip berbahaya tersebut juga memiliki ancaman tersendiri untuk menyerang para pengguna perangkat. Dan kebanyakan aplikasi android yang menjadi target serangan, dikarenakan dinilai lebih mudah untuk masuk ke Play Store daripada toko aplikasi Apple.

Dan kali ini diketahui ada malware yang berkemungkinan untuk melakukan pencurian data terhadap 337 aplikasi. Nama malware ini sendiri adalah BlackRock yang sudah memulai ancamannya sejak bulan Mei 2020 kemarin. Dan malware ini telah ditemukan oleh perusahaan keamanan mobile bernama ThreatFabric.

Baca Juga: Nokia 2.4 Siap Dirilis dengan Helio P22

Para peneliti di perusahaan keamanan tersebut telah menyebut kalau malware ini dibuat berdasarkan source code yang berasal dari malware lain dan bocor ke jagat maya, yakni Xerxes. Akan tetapi dengan sejumlah kemampuan tambahan, menjadikan malware ini memungkinkan untuk mencuri password dan juga informasi kartu kredit dari korbannya.

Malware Android
Malware Android; Copyright©Liputan6

Bisa dikatakan BlackRock ini cenderung mirip seperti trojan perbankan lain yang ada di platform android, hanya saja ini bisa menyerang terhadap lebih banyak aplikasi android jika dibandingkan dengan trojan lainnya. Dan untuk trojan ini sendiri akan mencuri username dan password bila tersedia, akan tetapi juga akan mencoba untuk meminta korban memasukkan data kartu kreditnya.

Baca Juga: Hemat, Meeting Online Pakai Ini Aja 5GB Rp 10 Sebulan

Untuk teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh malware berikut yakni dengan melakukan overlays, dimana bisa mendeteksi ketika korban mencoba untuk interaksi dengan aplikasi android yang sebenarnya menunjukkan laman palsu yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Tujuannya jelas, yakni mencuri data sebelum pengguna dapat masuk ke dalam aplikasi yang asli.

Melansir dari ZDNet, dijelaskan kalau BlackRock ini sebenarnya ditujukan untuk aktivitas pencurian dari aplikasi finansial dan media sosial. Akan tetapi dalam prakteknya sendiri, malware tersebut juga difungsikan untuk mencuri data dari aplikasi kencan online juga, sosial media, e-commerce, dan masih banyak lagi lainnya.

Dan ketika malware sudah terpasang melalui aplikasi android yang ditargetkan, BlackRock akan meminta korbannya untuk memberikan akses ke fitur Accessbility. Ini jadi salah satu fitur paling rawan dan berbahaya lantaran bisa melakukan pemantauan meski dalam keadaan sleep sekalipun.

baca Juga: MIUI 12 Rilis di Indonesia, 23 HP Xiaomi dan Redmi yang Dapatkan Update

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.