Apple Biarkan Malware Bertebaran di macOS, Pengguna Laptop Sempat Terancam

0
457
Combines MacOS dan iOS
Copyright ©The Verge

Apple Sempat Kecolongan Biarkan Malware Masuk ke Sistemnya

Oketekno – Namanya juga malware dimana ini merupakan sistem yang berbahaya, dimana pengguna harus waspada ketika perangkat miliknya tengah terinfeksi, karena data privasi dan lain sebagainya bisa saja terancam. Uniknya, Apple yang menjaga keamanannya dengan baik sempat membiarkan malware bertebaran di macOS.

Sebuah paket software diketahui berhasil menyusup dan bahkan lolos dari proses verifikasi yang dilakukan oleh perusahaan, untuk seluruh aplikasi yang terpasang di perangkat Laptop besutannya. Dan untungnya peneliti keamanan Patrick Wardle telah menemukan hal tersebut.

Baca Juga: Manfaatin Internet Murah Telkomsel Untuk Belajar Online, 10GB Rp 10!

Dikatakan olehnya bahwa Apple tanpa sengaja memberikan izin malware untuk macOS yang menyaru sebagai installer Adobe Flash dan menipu korbannya. Untuk malware ini bernama Shlayer, yang sebelumnya telah diberikan tanda oleh Kaspersky sebagai ancaman yang paling lazim untuk muncul di perangkat macOS pada tahun 2019.

Apple Luncurkan MacOS 10.13 High Sierra
Copyright ©GSMArena

Wardle menjelaskan kalau malware ini menyimpan beberapa baris kode yang merupakan verifikasi dari Apple. Sehingga pengguna yang mengunduh dan menjalankan program berikut tidak akan ada peringatan apapun, sehingga tidak ada rasa khawatir yang ditimbulkan oleh pengguna.

Shlayer sendiri sebenarnya merupakan adware yang mana mampu mencegat lalu lintas data dari Mac ke internet, serta mengganti laman situs yang dibuka oleh pengguna dengan sebuah iklan. Dan berkaitan dengan temuannya ini, Wardle mengatakan “Sejauh yang saya ketahui, ini adalah pertama kalinya ada kode berbahaya yang mendapat cap ‘notarization’ dari Apple.”

Baca Juga: Apple Siapkan Mesin Pencarian Untuk Tandingi Google

Notarization sendiri merupakan proses verifikasi yang dilakukan macOS ketika penggunanya memasang aplikasi dari luar App Store. Dan dalam proses ini, setiap aplikasi akan dilakukan pemindaian apakah ada masalah keamanan atau tidak.

Jadi, developer aplikasi harus mengirimkan kodenya ke Apple untuk bisa mendapatkan cap “Notarization” tersebut. Dan kalau aplikasi memang dianggap berbahaya dan tidak layak untuk dipakai oleh pengguna Laptop besutannya, maka akan di take down dan tidak diberikan izin untuk terpasang pada sistemnya, tak peduli dari mana pun aplikasi tersebut berasal.

Dan untung saja setelah temuan ini disampaikan oleh Wardle, pihak Apple langsung bekerja dengan cepat membersihkan masalah tersebut. Dan uniknya pembuat Shlayer ini beberapa waktu setelahnya mengirimkan paket notarization baru untuk dijalankan di macOS, akan tetapi Apple tidak membiarkan hal tersebut terjadi kembali.

baca juga: Disebut Beda, Beginikah Desain Smartphone Layar Lipat Apple?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.