TikTok Masih Belum Dapat Restu Bersama Oracle

0
287
TikTok
Copyright ©jatimnet

TikTok Masih Belum Aman Beredar di Amerika Serikat, Meski Sudah Nemplok Oracle

Oketekno – Beberapa waktu kemarin, pemerintah AS telah memberikan ancaman terhadap platform TikTok bahwa akan dilakukan pemblokiran di Amerika Serikat kalau sampai perusahaanya tidak menjual layanannya itu ke perusahaan yang berbasis di sana.

Alasan berkaitan dengan pemblokirannya ini adalah terkait ancaman pencurian data terhadap para warganya di sana yang menggunakan platform berbagi video pendek tersebut. Dikarenakan seluruh data akan dikirimkan ke Negara luar, termasuk China juga.

Baca Juga: YouTube Mulai Uji Coba Fitur Pesaing TikTok, Namanya Shorts

Hingga pada akhirnya Bytedance telah mencari beberapa solusi agar bisa tetap beroperasi di Negeri Paman Sam tersebut. Sempat mendapatkan tawaran dari Microsoft, akan tetapi perusahaan asal China ini telah menolak, hingga pada akhirnya berlabuh pada Oracle.

TikTOk
Copyright© Unplash

Namun sayangnya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump masih belum siap memberikan pengesahan terkait perjanjian induk TikTok, ByteDance ini bersama dengan Oracle. Developer asal China tersebut telah mengajukan proposal kerjasama tersebut kepada Departemen Keuangan AS pada akhir pekan kemarin, dan sekarang ini masih menunggu jawaban resmi.

Baca Juga: Microsoft Ditolak, TikTok Jatuh ke Tangan Perusahaan Ini

Mengutip dari CNBC, Trump sendiri juga mengalami keberatan kalau ByteDance ini tetap memegang saham mayoritas untuk operasional TikTok di AS, sedangkan oracle sendiri menjadi pemegang saham minoritas.

Pemerintah AS sendiri hanya memiliki waktu sampai pada tanggal 20 September untuk mengesahkan restruksi TikTok, dan melakukan perubahan menjadi perusahaan terpisah. Dengan ketentuan baru tersebut, maka layanan sosial media ini juga akan memiliki markas sendiri di AS dengan direksi independen dan disetujui oleh pemerintah.

Akan tetapi ByteDance tidak setuju terkait ketentuan tersebut, dan menolak untuk menjualnya secara penuh ke AS. Belum lagi pemerintah China juga memberikan peraturan lebih ketat terhadap penjualan teknologi dari dalam Negaranya ke luar Negeri.

Dengan demikian masih belum ada kejelasan terkait operasional TikTok di AS dan masih ada kemungkinannya blokir tetap terjadi. Meskipun Oracle sebenarnya sudah menjadi pemegang saham dalam perusahaan ByteDance.

baca juga: TikTok Ingin Dibeli Oleh Layanan Ini, Tapi Malah Ditolak!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.