China Balas Dendam, Android Terancam

0
4423
Huawei
Copyright ©Gizchina

Perusahaan Google Bakal Diinvestigasi

Oketekno – Bukan cuman perusahaan Huawei saja yang mendapatkan imbas dari pengawasan ketat pihak Amerika Serikat, melainkan beberapa perusahaan lain seperti Bytedance selaku pemilik TikTok, dan juga aplikasi chatting WeChat juga tengah dilakukan pembatasan.

Walaupun kedua layanannya itu masih bisa dibiarkan selama beberapa waktu kedepan, akan tetapi pemerintah China seolah sudah geram terhadap AS yang tidak kunjung melepaskan Google untuk jalin kerjasama lagi bersama Huawei, terutama dalam menghadirkan sistem operasi Android bersama paket komplit, alias bersama aplikasi google yang mendukungnya.

Baca Juga: Android 12 Disebut Mudahkan Pemasangan Aplikasi di Luar Play Store

Belum lama ini ada informasi bahwa pemerintah China tengah mempersiapkan investigasi resmi terhadap induk perusahaan Google, Alphabet. Dimana nantinya perusahaan ini bisa dituding menyalahgunakan dominasi sistem operasi Android untuk menangkal dari pihak lain.

Huawei Android
Copyright© Reuters

Untuk kasus ini sendiri sebenarnya sudah diajukan sejak tahun kemarin oleh perusahaan Huawei, dan sudah didaftarkan pada regulator China. Dan segera diberikan keputusan terkait perusahaan ini, dimana investigasi formal dengan objek perusahaan Google sebagai Tersangka.

Baca Juga: HP Huawei Harmony Segera Hadir, Mampukan Tandingi HP Android?

Dikarenakan perusahaan Google, Huawei tengah dalam tekanan besar, lantaran HP Android buatannya tidak lagi diberikan izin untuk menjalankan sederet layanan Google seperti YouTube, Play Store, Gmaps, dan banyak lainnya.

Atas pengaruh berikut, menjadikan pemasaran produknya secara global juga jadi terhambat, dikarenakan memang banyak pengguna yang merasakan ketidaknyamanan. Mereka sudah terbiasa dan terpaku untuk menggunakan Android ataupun iOS yang lebih eksklusif.

Bukan cuman melarang penggunaan layanan Google saja, melainkan pemerintah AS juga baru saja melakukan pembatasan terhadap ekspor pada SMIC, yang merupakan perusahaan raksasa Chip China. Dikarenakan SMIC ini juga diduga disokong oleh militer China, namun pihak perusahaan membantah keras terhadap tuduhan tersebut.

Sebagaimana dilansir dari Reuters, perusahaan Huawei telah menyatakan kehilangan target pendapatan di tahun 2019 sebesar USD 12 miliar, dimana salah satu faktornya yakni pembebanan sanksi dari AS. Apakah kedepannya perusahaan ini mampu bangkit dengan layanan mandirinya yang akan diteirma positif oleh masyarakat, atau mungkin bisa kembali menggunakan layanan Google? Kita nantikan update informasi berikutnya.

baca juga: Jadwal Update HP Android ke Realme UI 2.0

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.