Astaga, Hacker Ini Gondol Rp135 miliar Lebih Lewat ATM Bank!

0
1301
Copyright ©liputan6

Astaga, Hacker Ini Gondol Rp135 miliar Lebih Lewat ATM Bank!

Oketekno.com – Belum lama ini terkuak sebuah grup Hacker berbahasa Rusia secara diam-diam berhasil mencuri hampir USD10 juta atau sekitar Rp 135,5 miliar dari sekitar 18 bank yang ada di Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Rupanya mereka melakukan aksi ini selama beberapa tahun dengan mengincar sistem transfer antar bank. Terkait hal ini grup IB memperingatkan, bahwa serangan ini dimulai sejak 18 bulan yang lalu dan memungkinkan para tangan jail itu untuk mengambil uang dari mesin ATM bank akan terus berlanjut.

Bahkan prediksi meuebut bahwa saat ini mereka tengah mengincar bank yang ada di Amerika Latin. Seperti yang diketahui, serangan pertama terjadi pada tahun 2016 lalu. Kala itu yang menjadi korban adalah sejumlah bank yang ada dalam jaringa STAR yang merupakan milik Fisrt Data.

BACA JUGA: Smartphone Snapdragon 845, Akan Adopsi Quick Charge 4+!

Jaringan itu merupakan sistem pengirim pesan yang digunakan bank di Amerika Serikat untuk menyambungkan ATM lebih dari 5 ribu organisasi, seperti yang dilaporkan oleh peneliti Group IB.

hacker
Copyright ©tampang

Dalam sebuah pernyataan resminya, first data menuturkan bahwa ada sejumlah institusi finansial yang menggunakan jaringan STAR dibobol Hacker lantaran mengeluarkan kartu debit pada awal tahun 2016 silam.

BACA JUGA: Harga Xiaomi Redmi 5 dan Spesifikasi, Layar Fullview 5.7Inch Siap Hadir di Indonesia

Kemudian First Data mengimplementasikan kendali keamanan yang harus dilakukan. Mereka menyebut kalau jaringan STAR tak pernah diganggu oleh para tangan jail. Sein itu pihaknya juga mengklaim bahwa mereka harus melakukan penyelidikan terhadap sejumlah kejadian saat para hacker belajar cara melakukan transfer lewat sistem perbankan SWIFT.

Akan tetapi mereka tak mengatakan apakah serangan itu sudah berhasil dilakukan atau tidak. Pada bulan Oktober SWIFTberkata bahwa para tangan jail itu masih mengincar bank mereka. Namun anehnya usai hacker berhasil menggondol USD81 juta dari Bangladesh Bank di tahun lalu, tidak terjadi serangan susulan.

Bahkan Group IB menamai grup hacker dengan sebutan ‘MoneyTaker’. Rupanya tak hanya bank saja yang menjadi incaran, mereka juga mengincar perusahaan software keuangan dan satu perusahaan hukum.

Sementara itu Group-IB sendiri sudah menghubungi Interpol dan Europol untuk membantu mereka dalam melakukan penyelidikan atas kasus ini. Sebab para Hacker bisa saja terus melakukan serangan ini dalam kurun waktu lama lantaran mereka selalu mengganti peralatan dan taktik yang mereka gunakan.

BACA JUGA: Tips Agar Lord Jadi Tidak Berguna Bila Didapatkan Musuh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here