Samsung Putuskan Hapus Dukungan DeX di Galaxy S8 dan Galaxy S8+? Kenapa?

0
865
Copyright ©Metro

Keputusan Samsung Hapus Dukungan DeX Bikin Kecewa Berat!

Oketekno.com – Selama ini update sistem operasi selalu dinanti-nanti dan juga diharapkan oleh semua pengguna ponsel pintar. Pasalnya tak hanya menjanjikan peningkatakan kinerja, namun pada pembaruan juga menawarkan sejumlah fitur baru yang perbaikan bug.

Dan salah satu update yang paling dinantikan tentu saja berasal dari Smartphone papan atas seperti Samsung Galaxy S8 dan Galaxy S8+. Dalam update beta sistem operasi Android Oreo yang baru beberapa waktu lalu diluncurkan, para pengguna mengetahui bahwa salah satu fitur yang ada dalam desktop penting yang ditanamkan saat ini dibatasi dalam pemanfaatannya.

Bahkan setelah selesai melakukan pembaruan, justru perangkat melakukan pemblokiran terhadap akses port DeX yang merupakan buatan dari pihak ketiga.

BACA JUGA: Analis Prediksi Penjualan Smartphone Samsung Menciut di Tahun 2018!

Bagi para pengguna yang masih awam dengan Samsung DeX, ini sebenarnya adalah fitur desktop yang memungkinkan perangkat kelas papan atasnya itu untuk dihubungkan ke aksesori DeX untuk mendapatkan pengalaman layaknya sebuah komputer pribadi lengkap dengan sambungan layar ke monitor.

Samsung Galaxy S8 dan S8 Plus
Copyright©Digital

Seperti yang diketahui, aksesori DeX ini dijual secara terpisah dengan dipatok harga USD $ atau sekitar Rp 1,9 jutaan. Kendati demikian, seorang pengembang pada situs XDA Developer sukses mengubah MacBook menjadi sebuah aksesor yang memiliki fungsi layaknya DeX.

BACA JUGA: Yey, Akhirnya Samsung Resmikan Samsung Galaxy A8 (2018) dan Galaxy A8+ (2018)!

Melalui pemanfaatan daya pemrosesan layar Mac, ponsel, keyboard, dan tracked, pengguna bisa mendapatkan pengalaman desktop sama tanpa harus mengeluarkan banyak biaya untuk membeli aksesori terpisah.

Namun sayangnya, usai melakukan update sistem operasi Android Oreo Beta tahap keempat, rupanya pengguna sudah tak bisa lagi memproyeksikan tampilan ponsel mereka dalam mode desktop secara utuh seperti sebelumnya. Hal ini berarti, perubahan tersebut mencegah pengguna untuk membuat aksesori Dex Dock sendiri dari perangkat yang lain.

Sementara itu pesaing Samsung, Huawei, belum lama ini merilis Mate 10. Salah satu fitur unik yang dihadirkan kemampuan untuk menggunakan ponsel agar bisa memberikan pengalaman desktop.

Walaupun hal tersebut dianggap begitu mirip dengan yang dilakukan vendor asal Negeri Ginseng itu dengan DeX, namun perangkat milik Huawei hanya butuh koneksi kabel USB Type 3.1.

Tentu saja keputusan mendadak yang diambil oleh Samsung membuat kecewa, lantaran secara langsung akan membuat fitur desktop hanya bisa diaktifkan dengan menggunakan aksesori DeX Dock yang dijual dengan harga cukup tinggi.

BACA JUGA: Oh, Ternyata Ini Smartphone Samsung dan LG yang Bakal Mejeng di CES 2018!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here