Mesin Pengais Konten Negatif Kemkominfo Sudah Beroperasi Pada 3 Januari 2018!

0
654
Copyright ©liputan6

Seperti Apa Sih Mesin Pengais Konten Negatif Kemkominfo?

Oketekno.com – Seperti yang diketahui, pihak Kementrian Komunikasi dan Informatika sudah melakukan serah terima Mesin Pengais Konten Negatif dari PT INTI tepatnya pada hari Jumat 29 Desember 2017 lalu.

Sebelum serah terima dilakukan pada Kemkominfo, mesin tersebut telah dilakukan uji coba. Mesin sudah aktif pada tanggal 3 Januari 2018 hari ini.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan dengan adanya mesin pengais yang dinamakan AIS ini, pihaknya bisa melakukan pengecekan terhadap konten negatif dengan cepat dan dalam volume besar.

BACA JUGA: Harga Lenovo K320t dan Spesifikasi, Smartphone Dual Kamera Pertama Lenovo

Disatu sisi, menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan, dari hasil uji coba yang sudah dilakukan beberapa kali, diketahui kecepataan mesin dalam mencari situs p0rn0 jauh dinilai lebih cepat ketimbang sebelumnya.

Copyright ©liputan6

Lebih lanjut Semmy juga mengatakan bahwa mesin ini bekerja sangat efektif dalam mencari konten tersebut. Tidak hanya itu saja, mesin pun bisa mengidentifikasi kategori dari sebuah konten negatif. Bahkan mesin tersebut bisa mengetahui seberapa besar pengaruh dari suatu konten negatif dalam dunia siber.

BACA JUGA: Kamera Depan Samsung Galaxy A5 (2017) dan A7 (2017) Dukung Foto Bokeh Setelah Pembaharuan!

“Awal tahun 2018 (3 Januari 2018) mesin AIS akan diaktifkan untuk melakukan pencarian konten-konten negatif. Sekali mengais, mesin ini dapat memberikan hasil berupa jutaan URL atau tautan yang bisa langsung diklasifikasi,” Ungkap Semmy pada hari Rabu 31 Desember 2017 lalu.

Lebih lanjut Semmy mengatakan selama pengujian yang dilakukan, AIS berhasil mendeteksi 120 ribu situs negatif dari Indonesia. “Dalam tiga hari ini, mesin ini mampu mendeteksi sekitar 120 ribu situs porn0 dari Indonesia, itu hasil dari 1,2 juta alamat internet yang di-crawling. Padahal, dalam beberapa tahun ini kami baru menapis 700 ribu lebih situs porno,” Ungkapnya lagi.

Rupanya mesin AIS ini juga bisa dimanfaatkan oleh sejumlah lembaga pengatur sector dalam mendukung pelaksanaan tugasnya. Pengadaan mesin ini dilelang dengan nilai tender hingga lebih dari Rp194 miliar dan dimenangi oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia.

Cara bekerja dari Mesin Pengais Konten Negatif yaitu menelusuri konten hanya dengan membaca dan mengambil atau menarik konten yang dianggap tak sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Dan kemudian hasil tersebut akan disimpan dalam sebuah penyimpanan, nantinya akan dilakukan anaslisa secara mendalam dengan menggunakan metode khusus.

BACA JUGA: Horee! OS Pertama Milik Apple Senilai Rp 325 Juta Ini Segera Digratiskan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here