Karena Rawan Terbakar, HP Tarik Sejumlah Baterai Laptop!

0
476
Hewlett Packard Luncurkan Laptop
Laptop HP SlateBook 14

HP Akan Ganti Baterai Secara Cuma-Cuma!

Oketekno.com – Rupanya Hawlett-Packpard (HP) telah resmi menarik peredaran baterai dari sejumlah perangkat laptop yang dianggapnya bisa memicu masalah. Sederet model baterainya, akhir-akhir ini diketahui sangat mudah terbakar atau meleleh lantaran panas yang dikeluarkan berlebihan.

Laptop yang terkena dampak itu beberapa model yang diproduksi sejak bulan Desember 2015 hingga bulan Desember 2017 lalu diantaranya adalah seri ProBook, Envy M6, Pavillion X360, dan ZBook Studio.

Hingga sejauh ini sudah ada beberapa kasus baterai laptop yang mengalami panas berlebihan atau overheating. Lantaran panas berlebih akibatnya baterai meleleh atau bahkan bisa sampai terbakar, sehingga bisa memicu kerusakan pada perangkat dan bisa melukai pengguna.

BACA JUGA: Resmi Rilis di India, Berapa Harga Huawei Honor V10?

Dalam pernyataan resminya perusahaan menyebutkan bahwa akhir-akhir ini pihaknya memang sudah menyadari bahwa baterai yang dipasok oleh salah stau rekanannya untuk sejumlah perangkatnya itu, punya potensi pada masalah keselamatan.

Laptop Populer
Copyright©hpstore

“Kami belakangan menyadari bahwa baterai yang dipasok oleh salah satu rekanan untuk model-model notebook dan mobile workstationtertentu, ternyata menyimpan potensi masalah keselamatan,” Ungkap HP dalam sebuah pernyataan  resminya.

BACA JUGA: Jadi Notebook Paling Tipis, Acer Swift 7 Siap Dukung Penampilan Lebih Stylish di 2018!

Seperti yang dilansir dari Engadget pada hari Jumat 5 Januari 2018 lalu, perusahaan telah melakukan recall baterai yang dianggapp bermasalah. Penarikan tersebut akan segera dilakukan pada bulan ini juga secara global.

Bagi pemilik laptop yang terdampak nantinya bisa mendapatkan ganti baterai secara gratis alias tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan sepeser pun. Sebagian besar baterai laptop yang diikut sertakan dalam recall ini merupakan model internal, yang tak bisa dicopot ataupun diganti sendiri oleh pengguna, sehingga proses penggantian baterai pengguna harus mendayangi service center.

Perusahaan multinasional teknologi informasi asal Amerika Serikat yang berpusat di Palo Alto, California ini, menyediakan tool software bernama Battery Program Validation Utility bagi penggun yang ingin memeriksa, apakah  baterai pada perangkatnya termasuk recall atau tidak.

Bagi yang belum bisa mengganti baterai, perusahaan memberikan BIOS bagi setiap laptop yang mengalami masalah. Update ini menyediakan Battery Safe Mode agar perangkat yang digunakan tetap aman. Selain itu, HP pun juga sudah merilis daftar laptop yang termasuk dalam recall.

BACA JUGA: Pembaruan di Bulan Januari Google Pixel Perbaiki Layar Anti Penuaan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here