Diam-Diam Twitter Pulihkan Verifikasi Centang Biru?

0
806
Twitter
Copyright ©tribunjuabali

Twitter Kembali Membuka Sistem Verivikasi Centang Biru?

Oketekno.com – Kali ini kabar datang dari Twitter yang diketahui secara diam-diam membuka kembali sistem verifited account (verifikasi). Aplikasi ini memberikan ikon centang biru kepada sejumlah akun.

Dengan ini kemungkinan aplikasi berpesanan tersebut mulai menerapkan sistem baru untuk menentukan verifikasi. Terdapat sejumlah akun yang beruntung mendapatkan ikon centang biru tersebut.

Beberapa akun yang beruntung itu adalah Michael Wolff, yang menuliskan buku berjudul ‘Fire and Fury’ dan buku kontroversial itu berisikan tentang Gedung Putih dibawah administrasi Donald Trum. Akun Twitter lainnya yakni milik Mick Mulvaney, kepala Kantor Manajemen dan Anggaran Amerika Seikat dan terakhir yakni salah satu editor media Fast Company, Anjali Khosla.

Baca juga : Mengenal Brian Acton, Sang Pencipta WhatsApp yang Sempat Dicibir Facebook dan Twitter!

Sebelumnya dikatakan oleh penyedia arsip digital internet Wayback Machine, akun Twitter milik Wolff tak memiliki ikon centang biru pada Februari 2009. Namun pada 3 Januari 2018 kemarin, Wolff baru mendapatkan ikon centang tersebut.

Twitter
Copyright ©kabaru

Hampir serupa dengan Wolff, akun Twitter Mulvaney yang dibuat sejak Juli 2017, baru mendapatkan ikon centang biru belakangan ini. Sedangkan untuk akun Anjali Khosla mendpaatkan ikon centang biru pada pekan ini. Dia mendapatkan ikon tersebut setelah mengajukan permintaan kepada pihak Twitter beberapa bulan lalu.

Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Twitter terkait pemulihan sistem verivikasi ini. Cukup diketahui pada November 2017 lalu, aplikasi bergambar burung ini telah membuat kebijakan terkait penangguhan proses verifikasi secara umum.

Baca juga :  Ini Penyebab Facebook, Youtube, dan Twitter di Blokir di Pakistan!

Kebijakan itu sendiri dibuat kerena dilatarbelakangi langkah Twitter yang memberikan ikon cetang biru kepada Jason Kessler. Sedangkan Jason sendiri merupakan pihak yang mengorganisir protes rasial di Charlottesville, Virginia pada Agustus 2017 lalu. Banyak pengguna yang menyatakan, Kessler tidak berhak mendapatkan centang biru atas aksinya tersebut. Aplikasi berpesanan ini kemudian dianggap memberikan dukungan terhadap aksi Kessler. Sedangkan pemberian ikon ini karena Kessler dianggap merupakan pemilik akun yang banyak mendapat perhatian publik sehingga berhak mendapat ikon itu.

Sementara itu hingga kini Twitter sendiri belum memberikan klarifikasinya dan juga belum mengumumkan apakah sistem verifikasi baru tersebut sudah bekerja atau belum. Namun kemungkinan aplikasi ini hanya akan mengizinkan sejumlah orang tertentu untuk mendapatkan ikon centang biru tersebut.

Baca juga :  Mirip Instagram dan Twitter, Status Facebook Bakal Bisa Disimpan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here