Ini Alasan iPhone X Disebut Sebagai Produk Gagal di Tahun 2017!

0
783
iPhone X
Copyright ©trusted review

Penasaran Ya? Yuk Simak Alasan Kenapa iPhone X Disebut Sebagai Produk Gagal!

Oketekno.com – Belum lama ini, sebuah media menyebut bahwa iPhone X merupakan salah satu produk gagal terburuk sepanjang tahun 2017. Bahkan pihaknya menilai bahwa sejumlah fitur yang disematkan pada perangkat tersebut dinilai belum terlalu dibutuhkan oleh konsumen.

Seperti yang diketahui, beberapa waktu yang lalu banyak pengguna yang mengeluh saat iPhone lawas mereka tiba-tiba performanya menurun seperti baterai boros dalam pemakaian singkat, baterai yang sudah berumur mempengaruhi kinerjanya, hingga material yang kurang awet. Dan semua permasalahan itu, belum bisa diatasi oleh pihak perusahaan, Apple.

iPhone X adalah simbol malfungsi. Ponsel ini dibekali fitur yang tidak diminta siapa pun. Layarnya yang besar tidak memungkinkan untuk digunakan dengan satu tangan, dan menguras banyak piksel di setiap sudutnya, hingga ke notch (takik di bagian layar atas)” Tulis Fastcodesign pada hari Kamis,11 Januari 2018.

BACA JUGA: Harga Huawei Mate 10 Pro Porsche Design Dibanderol Melebihi iPhone X, Berapa ya?

Tak hanya itu saja, pihaknya menganggap bahwa fitur keamanan Face ID hanya sebuah mimpi buruk unutk user experience dengan menghilangkan tombol home fisik yang mendukung UI.

iPhone X
Copyright©techcrunchiPhone X

“Face ID adalah mimpi buruk untuk UX (user experience) dengan menghapus tombol home yang mendukung UI (tampilan antar muka). Namun marketing Apple berhasil memoles fitur yang tidak perlu ini sebagai ‘ponsel masa depan'”, Ungkapnya lagi.

BACA JUGA: Segera Rilis Klonigan iPhone X Dengan In-Display Fingerprint, Seperti Apa?

Walaupun tak memperlihatkan data survey maupun pendapat dari pengguna, namun sejumlah tulisan dari artikel pun dikumpulkan untuk mendukung penilaian bahwa perangkat cerdas yang diluncurkan pada bulan September lalu itu merupakan salah satu produk gagal di tahun 2017.

Sementara itu, perusahaan asal Amerika Serikat ini pernah menyebut kalau prosesor A11 Bionic punya sistem saraf hingga mencapai 600 miliar operasi per detik, dan hal ini lebih cepat 70 persen jika dibandingkan dengan prosesor sebelumnya, A10 Fusion.

Kecanggihan ini diciptakan untuk menampung Al yang menangani machine learning dan membantu sensor Face ID dalam mengenali wajah sang pemilik. Namun sayangnya, kemunculan Face ID dianggap sia-sia lantaran tak membenahi masalah di Touch ID seperti tingkat keamanan.

Disatu sisi, perusahaan ini sukses meraup keuntungan besar dari hasil penjualan perangkatnya itu. Bahkan dalam masa pre-order, iPhone X ludes terjual di 55 negara.

BACA JUGA: Layar OLED Buatan Samsung Dipakai iPhone X Lebih Awet Dibanding Galaxy Note 8

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here