Diam-Diam Akusisi Redux, Google KembangkanT eknologi Ubah Layar Menjadi Speaker?

0
799
Google
Copyright ©kumparan

Google Kembangkan Teknologi Ubah Layar Jadi Speaker?

Oketekno.com – Seperti diketahui jika saat ini Google menjadi salah satu perusahan internet terbesar di dunia. Kali ini dilaporkan perusahaan ini diam-diam telah mengakusisi perushaan startup teknologi bernama Redux pada akhir Desember 2017 lalu.

Cukup diketahui Redux sendiri merupakan startup berbasis di negara Inggris. Perusahaan ini mengembangkan teknologi inovatif yang bisa mengubah layar seperti display smartphone dan monitor PC untuk bertindak sebagai speaker.

Namun sayang, saat berita ini mencuat belum diketahui dengan pasti jumlah nominal akusisi yang dilakukan Google terhadap Redux. Sampai saat ini belum banyak yang diungkap tentang bagaimana teknologi audio perusahaan yang berbasis di London itu bekerja.

Baca juga :  Terdapat Bug, Obrolan Grup Whatsapp Bisa Bocor!

Sedangkan dari sebuah laporan yang diterbitakan oleh laman Cambridge Design Partnership menyebutkan jika sistem audio yang dikembangkan itu mengguakan teknologi gelombang lentur. Teknologi tersebut juga dipatenkan dan mempnyai kemampuan menghadirkan audio berkualitas tinggi.

Google
Copyright ©bisniskini

Bahkan teknologi gelombang lentur itu mampu memberikan umpan balik haptic langsung dari permukaan layar. Gelombang lentur sendiri merupakan bentuk gelombang mikroskopis yang bergerak di permukaan sebagian besar layar mulai dari layar berbahan kaca, logam hingga layar bahan plastik.

Meskipun demikan belum diketahui denga pasti terkait akausisi Redux dan apa alasan perusahaan Google menggunakan teknologi ini. Namun besar kemungkinan teknologi audio yang dikembangkan oleh Redux ini dapat digunakan pada perangkat Pixel generasi mendatang. Selain itu teknologi speakar ini diperkirakan juga bisa digunakan pada perangkat smart Speaker besutan Google.

Baca juga :  Harga Nubia M2 Turun Bebas, Ayo Segera Dapatkan!

Selain itu teknologi wave-bending yanag dikembangkan oleh Redux juga dapat digunakan untuk mengganti atau melengkapi umpan balik haptic yang ada diteknologi mobil serta piranti sandang. Cukup diketahui jika saat ini Redux memiliki 178 paten yang diterbitkan dan lebih dari 50 aplikasi paten yang masih dalam proses. Teknologi yang digarap Redux sendiri meniadakan kebutuhan akan pelantang berukuran kecil di ponsel dan teknologi ini juga memberikan ruang tambahan untuk baterai atau komponen lain.

Sementaar itu terkaiit akusisi yang dilakukan Google terhadap Redux ini tidak jelas dilakukan kapan. Namaun menurut catatan pengajuan legulator Inggris, pemindahan saham dari induk perusahaan Redux, NVF Tech, ke perusahaan teknologi raksasa Amerika tersebut dikonfirmasi pada tanggal 13 Desember 2017.

Baca juga :  Project Linda, Laptop Gaming Tangguh dengan ‘Mesin’ Razer Phone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here