Anggota Tak Dikenal Diam-diam Dapat Menguping Percakapan di Grub WhatsApp

0
1296
WhatsApp
Copyright©krjogja

Obrolan di WhatsApp Dapat di Lihat Oleh Peretas Secara Diam-diam

Oketekno.com – Sejumlah peneliti asal Jerman telah menemukan adanya celah di aplikasi WhatsApp yang dapat dimanfaatkan oleh para peretas atau hacker masuk dalam obrolan grub, disamping itu mereka dapat mengeploitasi seluruh kegiatan dalam grub tersebut.

BACA JUGA : Diam-Diam Twitter Pulihkan Verifikasi Centang Biru?

Ternyata tidak hanya WhatsApp, namun hal serupa jugat telah ditemukan pada beberapa aplikasi chatting lainnya, seperti Threema. Terlebih Signal yang diklaim merupakan paling aman ternyata juga memiliki celak di aplikasinya.

Jelasnya, para peneliti yang berasal dari Ruhr University menyatakan bahwa siapa saja yang sudah mengantrol server di WhatsApp, maka pihak itu dapat mengakses obrolan privasi yang terdapat di grub.

Bahkan, pihak yang sudah memegang server dapat mengundang anggota baru ataupun memblokir anggota grub tersebut tanpa adanya permisi. Pada intinya peretas membutuhkan dua langkah untuk melakukan hal tersebut.

Pertama-tama para peretas akan membobol server milik WhatsApp, kemudian mereka akan dapat memanfaatkannya untuk menjadi mata-mata dalam percakapan grub yang sebelumnya memiliki sifat privasi.

Copyright©engadget

“Orang yang mampu membobol server WhatsApp, bisa memiliki kontrol sepenuhnya atas grup-grup WhatsApp,”  keterangan yang ditulis pada laporan penelitian.

BACA JUGA : Ini Bedanya Online dan Last Seen di WhatsApp!

“Celah juga memungkinkan peretas mem-forward isi pesan grup ke orang-orang lain secara individu,” sambungnya.

Tim peneliti sudah memberitahukan adanya celak ini kepada WhatsApp sejak pertengahan tahun lalu. Pada akhirnya, perusahaan yang menyediakan layanan chatting ini angkat bicara, seperti yang dikutib dari KompasTekno, Senin (15/1/18).

“Kami merancang pesan tak bisa dikirim ke pengguna tersembunyi. Privasi dan keamanan pengguna kami sangat penting. Kami mengumpulkan sedikit informasi dan semua pesan yang dikirim via WhatsApp terenkripsi secara end-to-end,” ungkap perwakilan WhatsApp.

Menambahkan, aplikasi dibawah naungan Facebook itu mengungkapkan bahwa celah yang telah ditemukan oleh para peneliti yang berasal dari Ruhr University tidak termasuk dalam koalifikasi di program ‘bug bounty’, yang sebelumnya sudah diadakan oleh Facebook.

Diketahui bahwa program itu diadakan untuk memberikan sejumlah duit kepada pihak-pihak yang berhasil menemukan celak pada Facebook, serta beberapa aplikasi lainnya yang dibawah naungannya sekarang ini.

BACA JUGA : Makin Seru, PIN BBM Bakal Bisa di Modifikasi Sesuka Hati!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here