Facebook Kena Masalah di Slowakia Saat Cegah Berita Hoax

0
1433
Facebook
Copyright ©mobitekno

Ingin Cegah Hoax, Facebook Justru Tersandung Masalah di Slowakia

Oketekno.comFacebook saat ini merupak salah satu jejaring sosial terbesar didunia. Layanan ini banyak digunakan oleh semua orang diseluruh dunia, terbuktikan dengan jumlah penggunanya yang mencapai miliaran.

Dengan jumlah pengguna aktif yang masif, layanan yang berpusat di Amerika Serikat (AS) ini terus berupaya untuk menyempurnakan aplikasi dan layanannya. Hal itu dilakukan agar pengguna merasa aman dan nyaman ketika menggunakan layanan ini..

Kabar itu semakin diperkuat jika saat ini Facebook tengah melakukan serangkaian pengujian yang akan membantu menyaring dan memilah berita palsu alias hoax di platform miliknya. Fitur tersebut nantinya akan memungkinkan layanan ini memilah postingan pengguna dan penerbit, konten berita serta menentukan mana beritabermutu dan mana yang hoax.

Baca juga :  Sudah Tahu? Ini Dia 5 Fakta Mengerikan Facebook!

Hal ini dilakukan perusahaan teknologi ternama di Amerika Serikat tersebut guna merampingkan News Feed. Cukup diketahui belakangan ini News Feed di Facebook banyak dengan berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan benar atau tidaknya.

Facebook
Copyright ©tablidpulsa

Dalam fitur ini nantinya akan mempunyai kemampuan untuk menempatkan bidang berita secara mandiri yang akan disebut Explore. Fitur ini pun tengah diuji di sejumlah negara seperti Slowakia, Sri Langka, Bolivia, Serbia dan Guatemala.

Akan tetapi pemilihan antara posting yang dibuat oleh pengguna dan penerbit justru menimbulka masalah. Insiden berita palsu (hoax) sendiri sempat muncul pada bulan Desember lalu di Slowakia. Dalam berita itu menyebutakan ada soerang pria Muslim mengucapkan terimakasih kepada seseoarang karena telah mengembalikan dompetnya yang hilang.

Disebutkan jika dia juga mempringatakan adanya serangan teroris yang direncanakan dan cerita itupun beredar luas melaui Facebook. Hal tersebut dengan cepat menimbulkan kepanikan publik dan polisi pun akhirnya harus mengeluarkan sebuah pernyataan untuk membantah berita tersebut.

Baca juga :  Tanggapan Facebook Terkait FPI Geruduk Massa Kantornya!

Namun sayangnya pennyataan itu justru tidak tampil pada News Feed para pengguna FB karena bantahan dibuat dari akun resmi polisi. Postingan berupa pernyataan itu justru masuk ke postingan penerbit konten berita yang jangan dibaca serta dilihat oleh para pengguna.

Seminggu setelahnya, Facebook umumkan melakukan perombakan besar-besaran pada layanan News Feed. Layanan ini akan memprioritaskan konten dari teman dan keluarga, sehingga mengurangi resiko postingan hoax dari konten yang diterbitkan.

Baca juga : News Feed Kena Masalah, Facebook Ambil Langkah Ubah Konten Penyaringan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here