Waduh, Negara ASEAN Tengah Dihadapkan Resiko Kerugian dari Serangan Siber!

0
309
Copyright ©metrotv

Negara ASEAN Tengah Dihadapkan Resiko Kerugian dari Serangan Siber?

Oketekno.com – Belum lama ini Cisco resmi mengumumkan hasil riset kolaborasinya dengan A.T, Kearney, yang menyebutkan bahwa sebanyak 1000 perusahaan teratas negara di wilayah ASEAN, diprediksi bakal menghadapi sebuah resiko besar akibat dari Serangan Siber yang mencapai USD 750 miliar atau setara dengan Rp 10,003 triliun, sepanjang tahun 2017.

Manager Communication, Media and Technology Practice A.T. Kearney, Germaine Hoe mengatakan kalau peningkatan resiko ini rupanya tidak hanya dihitung dari besarnya kerugian aset yang dimiliki oleh perusahaan, namun juga kapitalisasi perusahaan.

“Peningkatan risiko ini tidak hanya dihitung dari kerugian berdasarkan aset yg dimiliki perusahaan, tapi juga kapitalisasi pasar perusahaan tersebut, Ungkap Manager Communication, Media and Technology Practice A.T. Kearney, Germaine Hoe.

BACA JUGA: Mytra Drive, Aplikasi Pemesanan Sopir Pribadi Terpercaya dan Nyaman

Peningkatan terhadap resiko keamanan siber ini ternyaata juga ikut dipengaruhi oleh tingkat PDB suatu negara. Diperkirakan, nilai resiko ini akan terus mengalami peningkatan jika tidak  diimbangi dengan adanya dukungan pemeirintah dan perusahaan mengenai adanya kesiapan dalam menghadapi Serangan Siber.

Copyright ©metrotv

Disatu sisi, kesiapan sebagian besar negara yang berada di wilayah ASEAN dianggap masih tergolong rendah dan berada di tahap awal, taak terkecuali Indonesia. Akan tetapi, kesiapan di negara kita terkait dengan keamanan siber dinilai cukup baik.

BACA JUGA: Lupa Pernah Login Facebook di Perangkat Lain? Ini Dia Cara Logout Cepat di Facebook!

Penilaian ini tak lain karena pemerintah Indonesia sudah memiliki sebuah Badan Siber dan Sandi Negara. Akan tetapi, pendirian badan siber masih memasuki tahap yang sangat, sehingga masih dinilai punya banyak pekerjaan dalam mencapai kesiapaan setara dengan negara-negara maju.

Ada beberapa faktor yang perlu di perhatikan oleh Indonesia untuk bisa mencapai hal tersebut. Salah satunya yakni dengan meningkatkan anggaran belanja pendukung perlindungan serta ketahanan terhadap serangan itu.

Bahkan Cisco SEAN Naveen Menon ikut menyepakati bahwa pelaksanaan dengan pihak yang terkait keamananan siber, harus segera dilakukan usai badan nasional dibentuk dan menjadikan hal ini sebagai agenda negara.

Tak hanya itu saja, peningkatan ketersediaan tenaga profesional untuk keamanan ini pun dikatakan sangat penting dalam mendukung ketahanan negara terhadap adanya Serangan Siber. Pemerintah pun sepertinya perlu merangkul  banyak institusi pendidikan serta perusahaan terkait.

BACA JUGA: Mampu Bidik Gambar 360 Drajat, GoPro Fushion Dukung 14 Ponsel Android

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here