Kecerdasan Buatan (Al) Jadi Target Utama Serangan Siber di 2018?

0
354
Kecerdasan buatan
Copyright ©liputan6

Target Utama Serangan Siber di 2018 adalah Kecerdasan Buatan?

Oketekno.com – Rupanya serangan siber menjadi fokus perhatian di sepanjang tahun 2017 dan di awal tahun ini, dan sepertinya juga akan masih sama. Dalam sebuah informasi yang dibagikan oleh Avast diperkirakan bahwa serang siber terhadap teknologi Artifical Intelligence/Al atau Kecerdasan Buatan akan pertama kali terjadi di tahun ini juga.

Sebab Al menjadi sebuah teknologi yang paling berkembang di tahun ini dan bakal diimplementasikan di sejumlah sistem serta perangkat teknologi. Terkait hal ini Avast mengatakan bahwa penjahat siber mulai sibuk mempelajari blind spot dari machine learning Al.

Al sendiri bekerja dari proses machine learning. Teknologi ini dilatih untuk bisa mengenali mana file atau data yang bisa dipercaya dan yang diduga merupakan sebuah malware. Dengan begitu penjahat siber akan menjejali file atau data yang dipercaya hingga kemudian mereka menciptakan sebuah file atau data yang serupa yang isinya berupa malware.

BACA JUGA: Kecerdasan Buatan Lebih Penting dari Sumber Api dan Listrik, Ini Tanggapan Bos Google!

Saat ini penjahat siber akan terus mengecoh Al hingga tak mampu mengenali file atau data yang berisi malware. Bahkan saat ini teknologi Kecerdasan Buatan sudah di dalam kendali penjahat siber, maka sulit bagi korbannya  untuk bia mengenali serangan siber yang ia terima.

Kecerdasan buatan
Copyright ©liputan6

Alhasil serangan yang berupa pishing juga dapat dilakukan oleh penjahat siber, dengan mengandalkan Al yang sudah mereka kendalikan. Dengan begitu si korban bisa mempercayai email pishing yang diterima sebagai email resmi dan memberikan informasi pribadi.

BACA JUGA: Hebat, Kecerdasan Buatan Alibaba Kalahkan Manusia dalam Tes Membaca

Seperti yang diketahui, Kecerdasan Buatan akan diimplementasikan secara masif dan ekosistem IoT (Internet of Things) akan mengadopsi teknologi AI di beragam jenis perangkat. Perangkat IoT diprediksi akan menjadi perangkat celah menjalarnya sebuah serangan siber.

Bahkan serangan ini pun akan terus berlanjut, Avast pun memprediksi ransomeware jenis WannaCry dan Petya yang masih akan digunakan. Sementara itu ekosistem loT menyimpan banyak data pribadi dan bukan tidak munkin pula bahwa itu dicuri oleh penjahat siber sebagai alasan untuk meminta tebusan.

Rupanya Avast memprediksi bahwa di tahun ini permintaan tebusan akan makin tinggi dalam bentuk uang kripto. Saat ini penjahat siber tengah mengembangkan data malware yang bersifat fileless sehingga jejaknya tak bisa ditelusuri.

BACA JUGA: Harga Huawei Mate 10 Pro Terbaru Januari 2018, Layar Bezelless dengan Kecerdasan Buatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here