Smartphone Redmi 5 Plus Dinilai Rusak Harga, Xiaomi Tak Peduli!

0
14190
Copyright ©Detik

Xiaomi Tak Peduli Ketika Redmi 5 Plus Dinilai Rusak Harga!

Oketekno.com – Rupanya upaya Xiaomi yang menjual produk ponsel jauh di bawah kompetitornya kembali di lakukan olehnya. Setelah meluncurkan Redmi 5A beberapa waktu yang lalu, kini gilirannya untuk meluncurkan Redmi 5 Plus.

Seperti yang diketahui, ponsel yang mengusung aspek rasio 18:9 ini mampu bersaing dengan jajaran ponsel lainnya seperti Vivo V7+ dan Oppo F5. Dengan membekali spesifikasi yang hampir sama, perusahaan besutan Lei Jun ini menjual produknya dengan harga jauh lebih murah ketimbang dua kompetitornya tersebut.

Bagaimana  tidak, Redmi 5 Plus dengan RAM 4 GB dijual seharga Rp 2,699 juta. Sedangkan Oppo F5 dibanderol Rp 3,999 juta dan Vivo V7+ dijual seharga Rp 4,299 juta. Melihat hal ini, banyak pihak yang menyebut bahwa perusahaan asal Tiongkok tersebut kembali merusak harga pasar.

BACA JUGA: Tetap Gunakan Fingerprint, Inikah Wujud Dari Xiaomi Mi 7?

Meski begitu, Stephen Shi selaku Manager Xiaomi Indonesia  mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak peduli dengan kompetisi, sebab masih banyak banyak hal lain yang menjadi fokus mereka. Ya, mereka akan terus berusaha tentang bagaimana menghadirkan sebuah produk dengan terknologi canggih namun harganya tetap terjangkau.

Copyright ©Tirto

“Filosofi kami bagaimana menghadirkan produk dengan teknologi terbaru dan dijual terjangkau. Jadi kami tidak peduli dengan kompetisi. Kami lebih memikirkan Mi Fans, yang kami anggap sebagai teman,” Kata Stephen Shi usai acara peluncuran Redmi 5 dan Redmi 5 Plus di Jakarta pada hari Rabu 14 Februari 2018.

BACA JUGA: Xiaomi Bersiap Hadirkan Smartphone Gaming Plus Spesifikasi Grahar?

Lantaran banyaknya permintaan Redmi 5A membuat harganya melambung dari harga aslinya. Rupanya hal ini cukup ditakutkan oleh perusahaan kalau hal tersebut akan terulang ketika menjual perangkat 5 Plus ini. Pasalnya Smartphone tersebut dijual dengan harga jauh lebih murah dibanding kompetitornya.

Terkait kasus dari Redmi 5A, perusahaan asal Negeri Tirai Bambu tersebut mengaku kesulitan dalam mengontrol harga pasaran. Namun untuk memenuhi banyaknya permintaan dari konsumen, pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan produksi Redmi 5A.

“Kami dan mitra manufaktur sudah berupaya meningkatkan jumlah unit. Siang dan malam kami terus menggenjot produksi agar dapat memenuhi permintaan,” Pungkasnya.

Dan inipun juga akan dilakuka oleh Xiaomi pada perangkat terbarunya itu. Mereka akan menambah jumlah produksi jika permintaan Redmi 5 terus meningkat

BACA JUGA: Waduh, Xiaomi Hapus Polling Setelah Hasilnya MIUI 9 Kalah Dengan Android One, Kenapa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here