Sistem IMEI Segera Beroperasi Demi Cegah Adanya Ponsel Ilegal!

0
434
Copyright ©Liputan6

Sistem IMEI Segera Beroperasi Demi Cegah Adanya Ponsel Ilegal, Kapan?

Oketekno.com – Belum lama ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), beserta operator telepon seluler mengungkap bahwa mereka segera mungkin akan melakukan sinergi untuk memvaliasi database momor identitas ponsel atau yang lebih sering disebut dengan nomor IMEI.

Cara ini dilakukannya tak lain untuk mencegah serta mengurangi peredaran Ponsel Ilegal yang masuk ke Indonesia. Dengan begitu, langkah tersebut diklaim dapat melincungi industri maupun konsumen dalam negeri.

Airlangga Hartanto yang merupakan Menteri Perindustrian, menuturkan bahwa pada bulan April mendatang data IMEI diharapkan sudah bisa terkonsolidasi.

BACA JUGA: Tak Butuh Apliksi, Ini Dia Tips Mudah Tingkatkan Sinyal Wifi di Smartphone!

“Kami telah bekerja sama dengan Qualcomm dan akan didukung oleh Kemkominfo” Ungkap Airlangga  dalam sebuah keterangan resminya pada hari Kamis 15 Februari 2018 kemarin.

Copyright ©Liputan6

Selai itu menurutnya, sistem kontrol IMEI yang akan dikelola oleh Kemenperin ini nantinya bisa diakses secara online. Jika IMEI tidak terdaftar, maka tidak bisa digunakan di Indonesia. “Secara individu bisa dicek, jadi teknisnya kalau IMEI tidak terdaftar, tidak bisa digunakan di Indonesia,”  Katanya.

BACA JUGA: Deretan Smartphone KW Bakal Bikin Gayamu Berasa Jadi Sultan!

Rupanya langkah ini dianggap sebagai penanganan dari komitmen pendatanganan MoU antara Kemenperin dengan Qualcomm terkait proses validasi database IMEI pada tanggal 10 Agustus 2017 lalu.

Selain itu Airlangga juga menyebut sebagai negara dengan penduduk paling padat nomor tiga di Asia, Tanah Air menjadi salah satu target bagi para vendor Smartphone. Terlebih dengan adanya jaringan 4G LTE. “Namun hal ini juga memicu masuknya perangkat ilegal yang justru menghambat industri dalam negeri dan merugikan konsumen,” Ungkapnya lagi.

Karena hal itulah Kemenprin berusaha memacu perkembangan daya saing industri ponsel dalam negeri. Khususnya melalui kebijakan hilirisasi, sektor ini bisa meningkatkatkan nilai tambah serta mendukung rantai pasik manufaktur dalam negeri.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama pula, Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) Hasan Aula mengatakan bahwa peredaran Ponsel Ilegal bisa hilang dengan adanya kontrol IMEI dari pihak pemerintah. Ini merupakan sebuah langkah yang sangat penting, disamping upaya dalam pemusnahan.

Diumumkan dalam ekspos bahwa penindakan ponsel Ilegal ini ada 2.144 unit ponsel berbagai merek senilai Rp 18,2 miliar sudah diamankan oleh pemerintah dan negara terancam mengalami kerugian hingga Rp 3,1 miliar.

BACA JUGAWaduh, Jutaan Smartphone Android Terinfeksi Malware Penambang Uang Virtual!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here