Ini Dia 5 Teknologi Pencegah Banjir, Unik!

0
303
Copyright ©DetikNews

Kepoin Yuk 5 Teknologi Pencegah Banjir yang Musti Kamu Tahu!

Oketekno.com – Jakarta merupakan salah satu wilayah yang sangat rawan terhadap banjir. Seiring dengan berkembangnya kota, maka banjir pun juga menjadi lebih sering lantaran infrastruktur perkotaan tak mampu mengakomodasi kebutuhan drainase lahan.

Kendati begitu, bukan berarti bahwa musibah banjir tak bisa ditangani. Beberapa negara seperti Jepang, Inggris, dan Belanda, berupaya keras dalam mengambangkan Teknologi Pencegah Banjir. Nah, berikut ini ada lima teknologi yang dimaksud dari situs Thoughtco, pada hari Minggu 18 Februari 2018.

BACA JUGA: Pre-Order Samsung Galaxy S9 di Indonesia Dibuka 27 Februari 2018?

Thames Flood Barrier, London, Inggris

Para insinyur di negeri Ratu Elizabeth II menciptakan sebuah teknologi guna mencegah terjadinya banjir di di sepanjang Sungai Thames atau Thames Flood Barrier. Rupanya penghalang ini terdiri dari 9 gerbang baja berongga dengan panjang mencapai 520 meter di sepanjang sungai. Ketika terbuka, maka air Sungai Thames mengalir bebas dan bisa dilewati oleh kapal.

Copyright ©

Iwabuchi Floodgate, Jepang

Jepang sendiri merupakan negara kepulauan yang memiliki sejarah panjang soal banjir. Untuk bisa mencegahnya, Jepang telah berhasil mengembangkan sistem saluran kanal dan pintu gerbang. Teknologi ini dirancang pada tahun 1924 oleh Akira Aoyoma, yang merupakan arsitek di Terusan Panama.

BACA JUGA: Essential Jual Smartphone 3 Warna Limited Edition!

Eastern Scheldt Storm Surge Barrier, Belanda

Sekitar 60 persen populasi Belanda hidup di bawah permukaan laut. Salah satu proyek yang paling mengesankan adalah Eastern Scheldt Storm Surge Barrier, atau Oosterschelde. Ketika Teknologi Pencegah Banjir ini selesai dibangun pada tahun 1986, maka ketingggian air laut akan berkurang dari  3,40 meter (11,2 kaki) menjadi 3,25 meter (10,7 kaki).

The Maeslant Storm Surge Barrier, Belanda

Maeslant Storm Surge Barrier adalah salah satu struktur bergerak terbesar di Bumi. Ketika air naik, dinding yang  terkomputerisasi langsung menutup rapat dan tangki air memenuhi penghalang.

The Hagestein Weir, Belanda

Ini adalah satu dari tiga tempurung yang bergerak atau bendungan. Gerbang ini membentang sepanjang 504 meter dengan engsel yang terhubung ke beton abutment. Hagestein Weir telah menjadi model bagi para insinyur pengendalian air di seluruh dunia.

Misalnya, Amerika Serikat Fox Point Hurricane Barrier, di mana tiga gerbang, lima pompa, dan tanggul melindungi Providence, Rhode Island, setelah terjadinya badai sandy pada tahu 2012.

Nah itulah 5 Teknologi Pencegah Banjir yang telah diterapkan di beberapa negara.

BACA JUGA: Semarakan Imlek, Honor 7X Warna Merah Diluncurkan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here