Uber Akan Serahkan Bisnis Asia Tenggara ke Grab, Benarkah?

0
462
Copyright ©gadgetren

Isu Uber Serahkan Bisnis Asia Tenggara ke Grab Makin Ramai!

Oketekno.com – Rupanya kabar terkait rencana Grab yang akan mengambil alih operasional Uber di Asia Tenggara Telah tercium sejak awal tahun 2018 lalu.  Meski setelah beberapa minggu sempat tak terdengar lagi, namun kali ini rumor semakin bergembus kencang.

Belum lama ini ada sumber mengatakan kalau bahwa Uber ingin mengumpulkan keuntungannya dari hasil penjualan operasional di wilayah Asia Tenggara. Dengan begitu, ia bisa menggelar saham pertama alis initial public offering (IPO) dengan sangat sukses di tahun 2019 mendatang.

Semenjak perusahaan berada di bawah kepemimpinan CEO Dara Kosrowshasi, misi utama dari perusahaan memang lebih mengarah pada peningkatan benefit serta stabilitas perusahaan.

BACA JUGA: Terkesan Mendadak, Ini Alasan Google Hapus Tombol ‘View Image’!

Sebab dari laporan terakhir menyebutkan terkait kerugian yang dialami perusahaan melonjak hingga 61 persen sepanjang tahun 2017 menjadi 4,5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 60 triliun.

Uber BBM
Copyright ©The Verge

Dan hal ini tentunya tak lepas dari reputasi buruk perusahaan menyusul banyaknya peristiwa saat masih dipimpin oleh Travis Kalanick. Jika terus dibiarkan seperti ini, maka rencana Uber untuk initial public offering (IPO) dan mengumpulkan lebih banyak dana segar terancam akan tertunda.

BACA JUGA: Google Resmi Rilis Gmail Go, Ramah Memori dan Data!

Perusahaan akhirnya melancarkan beberapa strategi, salah satunya bermitra dengan beberapa pesaing lokal yang kuat di beberapa negara. Misalnya menjual bisnis mayoritasnya ke Didi Chuxing di China dan Yandex di Rusia.

Sementara itu Grab di sebut-sebut telah memanfaatkan strategi baru untuk menegaskan dominasinya di Asia Tenggara. Terlebih kedua perusahaan sama-sama mendapatkan kucuran dana dari SofBank sehingga bisa dikatakan bahwa mediasinya berjalan lancar.

Dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di San Francisco, AS, Dara Khosrowshahi mengatakan, kompetisi dengan pemain lokal memang sulit. Jadi, mau tidak mau harus mengambil jalan untuk menggandeng para pemain lokal.

“Jika kami berkompetisi dengan dollar yang sama dengan pemain lokal, seperti membayar sopir dengan harga sama dan menghimpun penumpang yang sama, kami cenderung menang. Kami punya brand, teknologi, dan jaringan yang lebih baik,” Kata Dara dalam kesempatan tersebut.

Rupanya hal ini mengindikasikan bahwa Uber mulai menerima bahwa tidak semua pasar bisa ditakhlukkan. Meski kabar ini makin ramai di bicarakan, namun hingga kini belum ada juga pernyataan resmi dari kedua perusahaan terkait konsolidasi ini.

BACA JUGA: Taksi Terbang Uber Dipastikan Akan Meluncur Tahun 2020, Ini Kecanggihannya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here