Wow, Dominasi Gojek Disebut Bakal Bisa Seperti Google!

0
739
Copyright ©Fortune

Dominasi Gojek Disebut Bakal Bisa Seperti Google, Simak Yuk!

Oketekno.com –  Gojek diperkirakan akan menjadi paltform digital yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Sebab perusahaan ini punya layanan  transportasi, Gojek dan Gocar, Gofood, Gobox, Go Massage, serta Gopay.

“Itu juga merupakan kunci utama yang disukai investor utamanya seperti Temasek dan Tencent asal China. Mereka tahu betul tentang kekuatan ekosistem digital, dan Gojek telah membangunnya di Indonesia, seperti Google di Amerika Serikat dan WeChat dari China,” Ungkap Xiaofeng Wang merupakan analis senior perusahaan konsultan Forester dilansir dari Rauters, pada hari Rabu 28 Februari 2018.

Selain itu Wang juga mengatakan bahwa sistem pembayaran di layanan transportasi online ini dikenali dengan sebutan Gopay, sudah muncul sebagai salah satu platform pembayaran mobile paling populer di Indonesia.

BACA JUGA: LG G7 Neo Miliki Notch di Atas Layar ala iPhone X, Namun Tersembunyi?

Kemudian hal itupun diikuti oleh kompetitor asal Singapura yakni Grab yang membeli layanan pembayaran Kudo pada tahun 2017 lalu, yang melihat ada masa depan sangat cerah sistem pembayaran mobile. Tapi yang pasti, perusahaan milik Nadiem Makarim itu punya rencana untuk berekspansi hingga ke luar negeri yakni di Filipina di tahun ini. Dan nantinya akan disusul oleh beberapa negara di Asia Tenggara lainnya.

Copyright ©Techno

Seperti yang diketahui, pada bulan Februari lalu PT Astra International Tbk mengucurkan dana sebesar Rp 2 triliun, dan anak perusahaan Grup Djarum, PT Global Digital Niaga. Namun sumber Reuters mengatakan kalau BlackRock dan Temasek masing-masing berinvestasi US$100 juta atau Rp1,35 triliun dalam penggalangan dana Gojek yang terbaru.

BACA JUGA: Muncul Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy J8 di Laman Geekbench!

Tapi sayangnya perusahaan manajemen investasi dengan aset terbesar di dunia, menolak memberikan komentarnya. Sejak akhir tahun lalu, BalckRock mengaku memiliki total aset hingga mencapai US$6,28 triliun atau Rp85 ribu triliun.

Perusahaan investasi SoftBank sebelumnya minta Uber untuk tetap fokus pada pertumbuhan di wilayah Amerika Serikat, Eropa, Amerika Latin, dan Australia, bukan Asia. Namun perusahaan asal Negeri Sakura itu melihat Uber kewalahan bersaing khususnya dengan Grab dan Gojek di wilayah Asia Tenggara.

Bahkan Uber sendiri pernah digosipkan  tergelincir di China dan Rusia yang berujung pada penjualan saham mereka ke Didi Chuxiang dan Yandex. Akan tetapi kabar tersebut langsung dibantah keras oleh Dara Khosrowshahi selaku Chief Executive Officer (CEO) Uber.

BACA JUGA: Tampang Asli OnePlus 6 Beredar, Desain Paduan iPhone X dan Galaxy S9+

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here