NIK dan KK Registrasi Kartu SIM Ternyata Tidak Bocor,Tapi Ini Masalahnya!

0
1749
Data Registrasi SIM Prabayar
Copyright©tribunnews

NIK dan KK Registrasi Kartu SIM Ternyata Tidak Bocor, Tapi..

Oketekno.com – Seperti yang diketahui, persoalan dalam program Registrasi Kartu SIM yang digunakan untuk mendaftarkan nomor telepon lain sebanyak 50 nomor. Menanggapi masalah terkait, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menegaskan bahwa ini terjadi bukan dikarenakan adanya bocoran database Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), akan tetapi dikarenakan ada pihak yang tak bertanggung jawab.

Noor Iza, Plt. Kepala Biro Humas Kemkominfo belum lama ini telah membenarkan terdapat laporan masyarakat terkait pendaftaran banyak nomor telepon yang memakai satu NIK tertentu dan saat ini sudah dilakukan pendalaman apa penyebabnya.

Akhirnya pendalaman yang dilakukannya pun membuahkan hasil, diketahui terjadi penggunaan NIK dan KK dengan berbagai modus, mengingat kedua data ini bisa didapatkan dengan banyak cara.

BACA JUGA: Ini Nih Konsep Baru yang Diharapkan dari iOS 12, Yuk Simak!

“Saat ini yang terjadi dan menjadi berita adalah penyalahgunaan NIK dan KK, yang digunakan registrasi secara tanpa hak dan bukan terjadi kebocoran data,” Kata Iza dalam sebuah keterangan resminya pada hari Selasa, 6 Maret 2018.

Copyright ©Liputan6

Selain itu Iza menegaskan bahwa penyalahgunaan NIK dan KK dalam program ini telah melanggar hukum. Untuk mengantisipasi hal ini, dikatakan Iza bahwa Kemkominfo memberikan fitur cek NIK. Rupanya fitur ini telah tersedia di setiap operator, dengan begitu pelanggan bisa menghubungi jika ada masalah bahwa NIK dan KK mereka di salahgunakan.

BACA JUGA: Registrasi Kartu SIM Prabayar Bisa Kok Pakai NIK Orang Lain, Tapi Syaratnya…

Sementara itu Kemkominfo mengingatkan pada masyarakat untuk tetap waspada dalam menjaga data pribadinya, yakni dengan tidak memberikannya kepada orang lain. Saat minta bantuan untuk melakukan Registrasi Kartu SIM, jangan sampai difoto, dicatat, atau bahkan di fotokopi kecuali pada gerai operator langsung.

Dan Kemkominfo mengklaim terus memberikan upaya perlindungan kepada masyarakat terhadap proses registrasi. Keberhasilan dari program ini disebutnya akan memberikan perlindungan hukum untuk masyarakat dari berbagai tindak kejahatan seperti terorisme, penipuan, hingga pemerasan.

Sementara itu, Kemkominfo melalui Ketua Badan Regulasi dan Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Ahmad Ramli, kembali mengingatkan bahwa setiap orang termasuk karyawan di gerai atau otlet operator, haram hukumnya melakukan registrasi menggunakan NIK dan KK orang lain.

Ramli mengimbau pada operator seluler untuk bertindak tegas dalam membatalkan registrasi nomor telepon. Tak hanya itu, ia pun meminta operator untuk selalu melakukan pengawasan terhadap peredaran dan distribusi kartu seluler. Bagi yang saat belum mendaftarkan kartu SIM-nya, kembali diingatkan segera lakukan Registrasi Kartu SIM sebelum tanggal 1 Mei 2018 mendatang.

BACA JUGA: Belum Registrasi Kartu SIM Prabayar, 55 Juta Pelanggan Kartu SIM Terancam Kena Blokir!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here