Pertarungan Smartphone Kelas Menengah di Asia Tenggara Makin Ramai!

0
702
Copyright ©Dailysocial

Smartphone Kelas Menengah Ramai Bertarung di Asia Tenggara!

Oketekno.com – Baru-baru ini International Data Corporation (IDC) menguak terkait peta persaingan pengiriman Smartphone Kelas Menengah terasa sengit di tahun 2017 lalu. Dilaporkan, dari catatan IDC diketahui bahwa pengiriman Smartphone di ASEAN hampir menyentuh angka 100 juta unit.

Kendati begitu, IDC mengatakan jumlah penjualan ini ternyata mengalami penurunan. Lembaga riset tersebut mengkategorikan Asia Tenggara, mulai dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Dari sebuah laporan menyebut bahwa pengiriman ponsel pintar midrange mengalami pertumbuhan sebesar sebesar 53% dari tahun ke tahun, didongkrak oleh pabrikan ponsel kelas atas seperti Samsung, Oppo, Vivo, Huawei, dan Apple.

BACA JUGA: Berikut Penampakan dan Bocoran Spesifikasi Smartphone Misterius Oppo

Sedangkan untuk kelas bawah atau low end ternyata juga menguasai banyak pasar yakni sebesar 37 persen, perangkat midrange menghasilkan 27% (27,1 juta unit) dari total pasar dibandingkan dengan tahun 2016 silam yang saat itu masih berada di angka 17% (17,6 juta unit).

Copyright ©Dailysocial

Dari laporan terbarunya ini, IDC melaporkan bahwa perusahaan asal Korea Selatan, Samsung, telah merebut posisi atas untuk segmen kelas menengah dengan jajaran ponsel Galaxy J yang memang dibanderol dengan harga murah. Sementara itu Oppo dan Vivo belakangan ini memang terus menggebrak pasaran Smartphone dengan meluncurkan produk terbaru. Sedangkan Huawei ikut bergabung dalam kompetisi melalui seri Nova dan mengandalkan strategi seperti yang dilakukan Oppo dan Vivo. Kemudian Apple di Smartphone Kelas Menengah ini diwakilkan dengan iPhone 5, iPhone SE, dan iPhone 6.

BACA JUGA: Ini Dia, Cara Install Windows 10 di Smartphone Android dengan Mudah dan Cepat!

Sementara itu, IDC menyebutkan bahwa smartphone 4G tumbuh 44% dari tahun ke tahun, padahal permintaan ponsel fitur tersebut bisa dikatakan cukup rendah. Sudah lama muncul, kata IDC, smarpthone 4G akhirnya menjadi sebuah standar di tahun 2017.

Ponsel yang mendukung jaringan 4G saat ini mampu menghasilkan 82% (81,1 juta unit) dari total pasar dibandingkan dengan 2016. Padahal saat itu hanya sebesar 56% (56,2 juta unit). Namun beberapa vendor lokal dan beberapa pemain global masih memasarkan ponsel 3G yang mempertimbangkan soal harga.

Sedangkan pengiriman phablet terus mengalami pertumbuhan  71% tahun ke tahun (YoY) menandakan perubahan preferensi pada ukuran layar yang lebih besar. Pengiriman phablet mampu menghasilkan 35% (35 juta unit) dari total pengiriman di 2017 dibanding 2016, di mana hanya 20% (20,5 juta unit). Meski begitu, ponsel dengan ukuran layar 5 hingga 5,5 inci masih tetap menduduki porsi besar yakni  50% (50,5 juta unit).

BACA JUGA: Harga Alcatel 1c dan Spesifikasi, Smartphone 5.3 Inchi Rasio 18:9 RAM 2GB Murah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here