Seberapa Cepat Sebenarnya Koneksi 5G?

0
555
Koneksi 5G
Koneksi 5G Copyright ©Beritagar

Oketekno.com – Selain hadirnya beberapa perangkat teranyar, ajang Mobile World Congress 2018 turut menjadi pembuktian bagi para pengembang untuk menghadirkan generasi koneksi 5G. Verizon dan AT&T dikabarkan tengah menyiapkan layanan koneksi terbatas 5G tahun ini, sementara produen T-Mobile dan Sprint dikabarkan tengah menyiapkan layanan komersiap yang rencananya akan diluncurkan tahun depan. Di saat yang bersamaan, pabrikan ponsel juga sedang berlomba menghadirkan lini produk dengan koneksi terbaru ini.

Kabar buruknya ialah, masa-masa awal koneksi 5G tampaknya akan diwarnai dengan beberapa tantangan.

Kompetisi 5G

Seperti biasanya, para operator telekomunikasi negeri Paman Sam masih unggul dalam pengembangan koneksi 5G di ajang MWC tahun ini. Dengan tawaran menggiurkan dari kecepatan koneksi dan potensi pendapatan yang besar, para operator pun berlomba-lomba untuk menghadirkan koneksi 5G secepat mungkin.

Operator Sprint, misalnya, berjanji akan membangun jaringan 5G di seantero AS pada awal 2019. Ini merupakan langkah besar yang diambil oleh perusahaan usai mereka menggulirkan layanan yang sama di 6 kota besar, termasuk Atlanta, Los Angeles, dan Chicago. Sementara itu, operator T-mobile menyampaikan rencana perusahaan utnuk membangun koneksi 5G di 30 kota tahun ini, termasuk Los Angeles dan New York. Namun, kemungkinan besar rencana ini baru akan berjalan tahun depan mengingat sampai saat ini belum ada ponsel yang menggunakan koneksi tersebut.

Area jangkauan

Meski dibumbui dengan kecepatan yang dahsyat, sebenarnya koneksi 5G bukan tanpa kendala. Dan Hays, seorang konsultan di PricewaterhouseCooper mengatakan masa-masa awal koneksi ini akan serupa seperti ketika koneksi 4G LTE pertama kali diluncurkan. Pada saat itu, siapa pun yang terknoeksi ke jaringan 4G LTE bisa menikmati kualitas koneksi yang super cepat. Namun, tanpa diketahui kapan dan apa alasannya, kualitas jaringan bisa merosot sampai setara 3G. Pun jika orang yang sama kembali berada di wilayah jangkauan 4G LTE, kemungkinan besar ia tidak bisa kembali terkoneksi ke jaringan yang sama. Tantangan seperti inilah yang menurut Hays akan terjadi pada masa-masa awal pengenalan 5G ke publik.

Dengan kecepatan download yang diprediksi mencapai 590 Mbps, para ahli memprediksi kemungkinan merosotnya kecepatan koneksi bakal lebih drastis dari 4G LTE yang ada kini. Bahkan bukan tidak mungkin jika pengguna harus sesekali mandek di kecepatan koneksi yang rendah.

Untuk mengatasi hal ini, beberapa operator dikabarkan tengah mencari solusi yang tepat. T-Mobile dan Sprint, misalnya, dikabarkan berencana menggunakan gelombang udara frekuensi rendah untuk mengatasi hal ini.

Membangun jaringan 5G sendiri bukan hal yang mudah. Diprediksi akan terjadi ruang kosong massal saat penerapan jaringan ini untuk pertama kalinya. Kabar baiknya ialah, para operator sudah mengantisipasi hal ini dengan meningkatkan kemampuan dan daya jangkau jaringan 4G yang mereka miliki sekarang. Jadi, kalaupun suatu hari dilakukan transisi jaringan ke 5G, dampak ruang kosong dan merosotnya kecepatan koneksi dapat diminimalkan. Menurut informasi, perusahaan-perusahaan telekomunikasi ini memanfaatkan teknologi bernama Gigabit LTE untuk meningkatkan kemampuan jaringan 4G mereka secara signifikan. Jika Anda memiliki perangkat Samsung Galaxy S8 atau Galaxy S9 yang terbaru, kemungkinan besar Anda sudah bisa menikmati kualitas koneksi yang teranyar ini.

Melambungnya harga layanan?

Koneksi yang cepat sudah pasti menarik minat banyak pengguna, terutama mereka yang banyak menghabiskan waktu di dunia maya. Bagi tipe pengguna seperti ini, kecepatan menentukan kenyamanan. Para pengguna situs M88 Asia, misalnya, akan lebih nyaman mengeksplorasi situs dan bermain dengan koneksi yang cepat dan tanpa adanya gangguan.
Namun, seperti yang mungkin Anda ketahui, muncul satu pertanyaan penting. Apakah akan terjadi perbedaan harga layanan dengan 4G yang kita miliki sekarang?

Dalam pidator yang disampaikannya di ajang MWC tahun ini, CEO Sprint, Claure mengatakan bahwa kemungkinan besar layanan 5G akan diterapkan dengan pola layanan premium. Secara logika memang dapat diterima bahwa kualitas koneksi yang lebih baik dan cepat harusnya ditebus dengan harga yang ‘pantas’. Namun, banyak ahli yang sangsi dengan cara layanan seperti ini. Mereka beranggapan bahwa konsumen akan berpikir 2 kali untuk membayar lebih untuk koneksi 5G jika belum tahu manfaaat seutuhnya yang bisa mereka peroleh, dibandingkan hanya kecepatan.

Di Indonesia sendiri layanan 5G mungkin masih jauh dari jangkauan. Pemerintah kini masih berupaya meratakan jangkauan 4G di seluruh wilayah Indonesia beserta jaringan serat optik untuk meningkatkan kecepatan internet Nusantara. Beberapa operator memang dikabarkan mulai bersiap – siap untuk migrasi ke jaringan 5G jika memang dibutuhkan. Namun, dengan modal yang amat besar terutama untuk jumlah pengguna di Indonesia serta tipikal geografi yang penuh tantangan, mungkin akan butuh waktu beberapa tahun hingga para pengguna ponsel di Indonesia bisa menikmati jaringan 5G dengan kecepatannya yang luar biasa.

Apakah harganya akan melambung tinggi jika dibandingkan dengan teknologi 4G sekarang? Hal ini bisa saja terjadi. Namun, kabar baiknya ialah kompetisi biasanya menghadirkan harga yang semakin kompetitif. Dengan semakin luasnya penggunaan internet dan kebutuhan akan koneksi tinggi, para pengguna ponsel Indonesia akan semakin menuntut adanya koneksi yang cepat, berkualitas, dan terjangkau. Disinilah kompetisi yang kita harapkan akan terjadi. Para operator akan saling bersaing menawarkan harga terbaik, yang tentunya harus diimbangi dengan kualitas yang baik. Bukan tidak mungkin kita melihat di masa depan kualitas dan kecepatan internet Indonesia berhasil menempati posisi-posisi terkemuka jika dibandingkan dengan negara-negara lain dari seantero global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here