Pertumbuhan Bisnis Ponsel Bekas Lebih Tinggi Ketimbang Ponsel Baru?

0
777
Copyright ©Kompas

Pertumbuhan Bisnis Ponsel Bekas Lebih Tinggi Ketimbang Ponsel Baru, Kok Bisa?

Oketekno.com – Seperti yang diketahui, menurut firma riset Counterpoint Research bahwa Bisnis Ponsel Bekas meningkat sebesar 13 persen pada tahun 2017 lalu, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dilaporkan bahwa penjualan posel bekas di tahun 2017 lalu hampir mendekati angka 140 juta unit. Mengejutkan, ternyata jumlah ini berbanding terbalik dengan pasar ponsel global baru yang hanya mengalami peningkatan sangat sedikit yakni sebesar 3 persen di tahun yang sama.

Maksud Smartphone bekas disini sebenarnya sisa unit Smartphone yang belum terjual. Nah Smartphone yang tak terjual itu kemudian dikumpulkan untuk direfresh lagi dan kemudian kembali dijual di pasaran.

BACA JUGA: Mau Coba Samsung Galaxy S9? Gunakan Aplikasi ini!

Dalam sebuah laporan yang berjudul “Refurbished Smartphone Tracker” terdapat beberapa kelas ponsel bekas yang sangat menarik, karena dari segi harganya juga masih dibanderol cukup tinggi, yang tergantung terhadap jumlah ketersediaan perangkat dan permintaan konsume untuk sejumlah model tertentu.

Copyright ©Kompas

“Dengan pertumbuhan 13 persen, smartphone bekas saat ini tumbuh hampir 10 persen dari total pasar smartphone global” Ungkap Tom Kang yang merupakan Research Director Counter Research.

BACA JUGA: Simak Yuk, Begini Cara Nonaktifkan Bixby di Samsung Galaxy S9!

Tom mengataka bahwa rendahnya ponsel baru di sejumah pasar di tahun 2017 silam, ada kaitannya dengan pertumbuhan Bisnis Ponsel Bekas. “Inovasi yang lamban membuat smartphone flagship dua tahun lalu, secara desain dan fitur setara dengan kebanyakan smartphone mid-range baru saat ini” Lanjut Tom seperti yang dilansir dari Digit India pada hari Jumat, 9 Maret 2018.

Sementara untuk ponsel kelas mid-low-end ternyata banyak dikanibalkan. Ponsel pintar kelas atas yang mendapat kanibalisasi kebanyakan adalah Samsung Galaxy dan iPhone. Menurut Peter Richardson yang juga menjabat sebagai Research Director di Counterpoint Research, hal ini dianggap cukup mengejutkan setelah tahu bahwa pertumbuhan pasar smartphone paling tinggi tahun lalu bukan di wilayah India atau negara lainnya, melainkan pasar smartphone bekas.

Peter berpendapat bahwa ini bisa jadi penghambat untuk pasar Smartphone baru di tahun 2018 ini. Bahkan Samsung dan Apple menjadi vendor yang menguasai perangkat bekas daripada yang baru. Kedua pemain lama ini menguasai pangsa pasar tiga perempat pasar ponsel bekas. Dari segi pendapatakan, dua perusahaan ternama ini menguasai lebih dari 80 persen pendapatan dari Bisnis Ponsel Bekas.

BACA JUGA: Ini Lho Fitur Keren Dari Oppo R15 Dream Mirror Edition, Kepoin Yuk!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here