Pendiri WhatsApp Ikutan Suarakan Hapus Facebook? Kenapa?

0
1504
Copyright ©

Kepoin Yuk Kenapa Pendiri WhatsApp Ikutan Suarakan Hapus Facebook!

Oketekno.com – Rupanya kasus kebocoran puluhan juta data pengguna Facebook memberi dampak yang sangat beresiko bagi perusahaan tersebut. Bukan tanpa alasan, sebab banyak pihak menyerukan tagar #deletefacebook karena merasa cemas bisa saja data pribadi mereka akan menjadi korban selanjutnya.

Terkait adanya kasus tersebut, jejaring sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg kabarnya langsung anjlok sebesar  6,77 persen. Bahkan, nilai valuasi perusahaan pun mengalami penurunan hingga US$ 36 miliar atau setara dengan Rp 495 triliun seiring dengan kekhawatiran investor atas kasus kebocoran data yang menimpa FB.

Tak cukup itu saja, yang paling mengejutkan yaitu seruan tagar itupun juga dilontarkan oleh pendiri WhatsApp, Brian Acton. Bagaimana tak mengejutkan, pasalnya aplikasi ini merupakan layanan yang dimiliki oleh FB. Dilansir dari Market Whatch, Rabu 21 Maret 2018 Acton menuliskan pernyataannya itu melalui akun Twitter miliknya @brianacton. “Inilah waktunya, #deletefacebook,” cuit Brian Acton.

BACA JUGA: Ini Dia, 3 Fitur Terbaru WhatsApp Untuk Android!

Namun sayangnya Acton tidak menjelaskan alasan mengapa dirinya sampai ikut mencuitkan tagar itu, hingga akhirnya dinonaktifkan pada Selasa malam waktu Amerika Serikat. Sedikit informasi, Acton dan temannya Jan Koum menjual WhatsApp kepada FB. Penjualan itu terjadi pada tahun 2014 silam senilai US$ 22 miliar atau setara dengan Rp 302 triliun.

Copyright ©The Verge

Dalam kesepakatan aksi korporasi besar ini, Acton mendapatkan US$ 3 miliar Rp 41 triliun dan kemudian memiliki nilai kekayaan bersih sebanyak US$ 5,5 miliar atau setara dengan Rp 75 triliun. Bahkan ketika diakuisisi Acton pun juga masih berada di WA selama hampir 3 tahun hingga akhirnya ia memutuskan keluar dari FB pada bulan September 2018 lalu.

BACA JUGA: WhatsApp Pesan Instan ‘Sejuta Umat’

Setelah ia mengundurkan diri dari perusahaan asal Amerika Serikat itu, Acton membuat sebuah aplikasi pesan instan terenkripsi bernama Signal. Pada bulan Februar 2018 lalu. ia dikabarkan mendirikan yayasan nonprofit Signal Foundation sebagai Executive Chairman dan berinvestasi sebanyak US$ 50 juta atau setara dengan Rp 680 miliar.

Meski kasus FB ini makin ramai jadi bahan perbincangan, namun Zuck sendiri masih bungkam. Padahal anggota  parlemen AS pun telah memerintahkan orang nomor satu di Facebook itu untuk memberikan kesaksian atas pelanggaran data ini. Zuck diminta untuk memberikan jabawan secara detail terkait masala ini hingga tanggal 13 April 2018 mendatang.

BACA JUGA: Berikut Cara Membuat Foto Profile 3D WhatsApp

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here