Christopher Wylie, Si Pengungkap Kebocoran Jutaan Data Pengguna Facebook!

0
715
Copyright ©Kompas

Terjerat Skandal, Christopher Wylie Mengaku Menyesal?

Oketekno.com – Seperti yang diketahui, sosok Christopher Wylie mendadak jadi bahan perbincangan warganet. Wylie merupakan whistleblower alias pembisik, atau lebih tepatnya pembocor skandal pencurian data personal pengguna jejaring sosia Facebook oleh firma analisis data, Cambridge Analytica, yang merupakan bekas tempat ia bekerja.

Pria yang akrab di sapa Wylie ini diketahui mulai bekerja di Cambridge Analytica pada tahun 2014 lalu. Berkat kepintaran yang dimilikinya, Wylie didapuk untuk menjabat sebagai kepala peneliti.

Sebelumnya Wylie bekerja di sebuah lembaga spesialis pemilu bernama Communication Laboratories (SCL). Kala itu dirinya bekerja untuk Alexander Nix. Pada tahun 2013, ia bertemu dengan Steve Bannon merupakan editor BreitBart News Networking yang kemudian menjadi CEO di tim kampanye Donald Trump pada pemilu Amerika Serikat tahun 2016 lalu. Selain itu, Bannon juga sempat menjabat sebagai konselor senior Presiden Trump.

BACA JUGA: Ternyata Ini Harga Jual Satu Akun Facebook!

Kemudian Wylie mendirikan sebuah kantor palsu di Cambridge guna mendatangkan rombongan dari London setiap kali Bannon berkunjung demi mengesankan Bannon jika lembaga mereka beroperasi berlandaskan akademisi. Dan kemudian kantor tersebut menjadi markas Cambridge Analytica.

Copyright ©Kompas

Dalam sebuah wawancara bersama  The Guardian, Wylie mengatakan bahwa dirinya bertemu dengan Robert Mercer bersama dengan Bannonm dan Nix. Wylie mengaku kalau Bnanon merayu Robert Mercer, seorang miliarder Amerika Serikat untuk mau berinvestasi.

BACA JUGA: Cara Live Streaming Mobile Legends Ke Youtube dan Facebook

Marcer sendiri adalah tokoh penting dalam kampanye yang menyerukan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa pada tahun 2016 lalu. Tak cukup itu saja, ia juh menjadi tokoh penting di AS yang mendukung Trump. Rupanya pertemuan tersebut membuahkan hasil dan mendapatkan kucuran dana sebesar 15 juta dollar atau sekiyarRp 206 miliar untuk Cambridge Analytica.

Lalu di tahun 2014, Wylie bertemu dengan Alesandr Kogan di Universitas Cambridge. Dalam pertemuannya itu Kogan menawarkan cara cepat, murah, dan berkualitas untuk memanen data pengguna Facebook.

Kogan mengatakan kalau dirinya punya aplikasi “thisisyourdigitallife”. Aplikasi ini bisa memberikan akses khusus, bukan sekadar dari data pengguna dalam aplikasi tersebut, namun juga jaringan teman para pengguna aplikasi.

“Gampangnya, jika Anda menggunakan aplikasi tersebut, saya tidak hanya akan bisa melihat profil Anda saja, tapi juga teman-teman Facebook Anda”, Kata Wylie dilansir dari The Guardian.

Bahkan Kogan diketahui pernah mengirimkan e-mail kepada Wylie yang isinya tentang sifat-sifat personal para pengguna aplikasi besutaan Mark Zuckerberg tersebut yang bisa diprediksi melalui aplikasi.

Sementara itu Wylie mengataan jika WhatsApp dan Instagram ikut ditangguhkan meski perwakilan WA membantah. Wylie mengaku begitu menyesal lantaran ikut terjerumus dalam skandal kebocoran jutan data Facebook ini.

BACA JUGA: Ups, Mozila Bakal ikutan Tarik Iklannya Dari Facebook?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here