Waduh, Para Hacker Incar Kartu ATM Berteknologi Chip dan PIN?

0
516
Copyright ©liputan6

Kartu ATM yang Berteknologi Chip dan PIN Jadi Incaran Hacker?

Oketekno.com – Belum lama ini mengungkap kelompok di balik malware mesin kasir Prilex yang dapat menggandakan data  kartu pembayaran curian ke dalam kartu plastik kosong yang fungsional.

Bahkan acaman ini dikatakan akan terus berkembang, kini tengah beroperasi di Amerika Latin, dan menjadi populer lantaran merupakan bentuk kejatahan yang cukup sederhana dan mudah digunakan sehingga dapat memberikan kemudahan bagi para Hacker dalam meluncurkan serangan.

Penggunaan kartu pembayaran (kartu ATM atau kartu kredit) yang telah dilindungi oleh ‘smart’ chip dan PIN sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat di dunia selama beberapa dekade terakhir ini. Akan tetapi,  pengadopsian yang terus berkembang ini tentu saja semakin menarik perhatian Hacker.

BACA JUGA: Christopher Wylie, Si Pengungkap Kebocoran Jutaan Data Pengguna Facebook!

Rupanya ahli Kaspersky Lab yang melakukan pemantauan kejahatan siber keuangan di Amerika Latin, menemukan bahwa Prilex sudah berevolusi untuk menargetkan teknologi jenis ini. “Teknologi Chip dan PIN masih relatif baru di beberapa bagian dunia, seperti AS, dan orang-orang mungkin kurang menyadari risiko kloning dan penyalahgunaan kartu pembayaran,” Kata Thiago Marques yang merupakan seorang analis Keamanan di Kaspersky Lab dalam keterangan resminya pada hari Minggu 25 Maret 2018.

Copyright Linux

Kemudian di Brasil, Marques mengatakan bahwa Malware Prilex telah berevolusi serta  meraup banyak keuntungan dari penerapan standar industri yang salah hal ini menyoroti terkait akan pentingnya mengembangkan standar bukti keamanan paling aman di masa mendatang untuk teknologi pembayaran.

BACA JUGA: Ternyata Ini Harga Jual Satu Akun Facebook!

Seperti yang diketahui, Prilex mulai aktif sejak tahun 2-14 silam. Para ahli yang melakukan pemantuan terkait perkembanganya melihat ada upaya migrasi dari serangan pada ATM ke serangan sistem POS yang dikembangkan oleh vendor dari Brasil, yakni dengan cara menduplikasi informasi mengenai kartu pembacaran curian ke dalam kartu kosong yang fungsional.

Tentu saja hal tersebut memungkinkan para penjahat untuk melakukan transaksi penipuan di toko mana saja baik itu toko offline maupun online. Seperti yang diketahui, kartu pembayaran kloning ini dapat bekerja di sistem POS di Brasil dikarenakan penerapan standar EMV yang masih salah.

Ada tiga komponen dari Malware Prilex diantaranya memodifikasi sistem POS dan menduplikasi informasi kartu pembayaran, server yang digunakan didapatkan secara ilegal, serta aplikasi bagi penyerang dapat digunakan oleh malware dari klien untuk melihat, menggandakan atau menyimpan statistik.

BACA JUGA: Ini Dia 5 Smartphone Anti Air Terbaik Tahun 2018!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here